Berita Wonosobo
Pengerjaan JLS Kertek Wonosobo Dikebut, Disiapkan untuk Arus Mudik Lebaran 2026
DPUPR Wonosobo mengebut pengerjaan jalan lingkar selatan Kertek. JLS Kertek ditargetkan bisa dilalui saat arus mudik Lebaran 2026.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- DPUPR Wonosobo terus mengebut pengerjaan jalan lingkar selatan Kertek agar bisa digunakan saat mudik Lebaran 2026.
- JLS Kertek dibangun sejak 2024 dengan panjang 1 kilometer, lebar 8 meter, dan dilengkapi dua jembatan.
- Jalan lingkar selatan Kertek ini diharapkan menjadi jalan alternatif untuk mengurai kepadatan di Pasar Kertek saat puncak arus mudik dan balik.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Penyelesaian pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kertek, Wonosobo, terus dikebut.
Proyek yang dimulai sejak 2024 itu diharapkan rampung dan bisa digunakan untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat mudik Lebaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo Nurudin Ardiyanto mengatakan, infrastruktur baru ini dirancang sebagai jalur alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di kawasan Pasar Kertek, terutama saat puncak arus mudik.
Nurudin mengatakan, JLS Kertek memiliki panjang 1 kilometer dengan lebar 8 meter, dilengkapi dua jembatan.
Baca juga: Rem Blong, Truk Bermuatan 6 Ton Plastik Terguling di Jalan Parakan-Wonosobo di Kertek
Sejumlah tahapan pengadaan dan persiapan konstruksi terus didorong agar proses akhir dapat diselesaikan sesuai jadwal.
"Ruas Jalan Lingkar Selatan Kertek ini mulai dibangun bertahap sejak 2024."
"Satu jembatan sudah selesai dan satu jembatan lagi targetnya rampung akhir tahun ini," ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Tak Perlu Lewat Pasar Kertek
Menurutnya, keberadaan jalur baru tersebut nantinya menjadi solusi untuk mengalihkan arus kendaraan dari Selomerto dan Purworejo tanpa melalui kawasan padat Pasar Kertek.
Tahun ini, pekerjaan dipusatkan pada pembangunan badan jalan, saluran, serta penyelesaian dua jembatan Kalipaat.
Pendanaan proyek dilakukan secara kolaboratif melalui bantuan keuangan, APBD murni, dan dukungan dari pemerintah provinsi dengan total nilai sekitar Rp10 miliar.
Nurudin mengatakan, pembangunan dilakukan secara bertahap karena proses pembebasan lahan telah dimulai sejak 2011.
"Pada 2026, kita lanjutkan dan menargetkan jalur ini bisa berfungsi sebelum H-7 Lebaran,” jelasnya.
Baca juga: Viral, PLN Wonosobo Masih Tutup saat Jam Operasional: Pelanggan Banyak yang Pergi Lagi
Dua jembatan vital, Kalipaat I dan Kalipaat II, akan menjadi akses baru bagi kendaraan.
Setelah konstruksi dasar ditargetkan selesai pada tahun ini, DPUPR akan melanjutkan tahapan akhir berupa pengaspalan sepanjang 400 meter pada tahun 2026.
“Tahun ini, jembatan dan badan jalan kita selesaikan. Tahun 2026 tinggal mengaspal 400 meter,” imbuhnya.
Ia berharap, pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek dapat selesai tepat waktu sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya saat arus mudik 2026. (*)
| Diguyur Hujan Deras, Jalan ke Dieng Sempat Terendam dan Macet akibat Luapan Sungai di Wonosobo |
|
|---|
| Buntut Video Perundungan Siswi MTs di Kejajar Wonosobo, Polisi Tempuh Jalur Diversi bagi 7 Pelajar |
|
|---|
| Lolos dari Hukuman Mati, Pembunuh Anggota TNI di Wonosobo Divonis Penjara Seumur Hidup |
|
|---|
| Tantangan Pejabat Pemkab Wonosobo saat WFH ASN, Sekda: Ngantor Tanpa Staf Bisa Kerja Tidak? |
|
|---|
| Raih Predikat Baik dari Ombudsman, Pemkab Wonosobo Janji Tingkatkan Layanan Lebih Berdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/05122025-pembangunan-jls-kertek-wonosobo.jpg)