Berita Jateng
Sopir Ungkap Berapa Penghasilan Sopir Bajaj di Semarang
Di tengah dirinya menunggu orderan, dia bercerita bahwa baru sebulan menjajal hidup baru sebagai pengemudi bajaj online
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
Dimensi yang besar tak membuatnya kesulitan melintasi gang-gang permukiman.
“Bisa masuk. Tinggal minggir dikit. Tanjakan juga kuat, contohnya di jalan Tembalang sampai Kembangsari, bahkan penjemputan sejauh Polder Tugurejo itu bisa,” ucapnya.
Yang paling ia syukuri adalah perlindungan dasar tak kehujanan, tak kepanasan.
“Bedanya ya itu. Motor kalau hujan kan repot,” katanya.
Masalahnya justru muncul dari hal-hal kecil selayaknya transportasi daring, yakni akurasi peta atau titik jemput konsumen.
“Kadang map-nya enggak pas. Itu aja susahnya,” tuturnya.
Selain itu, tak ada konflik berarti. Rekan-rekan ojol lain, katanya, justru penasaran, bukan marah.
Di media sosial, ia membaca komentar-komentar miring soal bajaj. Di lapangan tak ada masalah, penumpang juga banyak yang senang saat dia antar.
“Selama ini malah pada senang, ada yang minta dianterin keliling dahulu nanti saya ditambahin uang tip,“ ujarnya. (Rad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/NARIK-BAJAJ.jpg)