Banyumas
Gaji Puluhan Juta Menanti, Perawat Indonesia Makin Diburu Jerman dan Jepang
Peluang karir bagi tenaga perawat di Indonesia kini semakin bersinar di kancah internasional. Jerman dan Jepang membuka pintu lebar-lebar.
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Bagi para tenaga perawat di Indonesia, mimpi untuk bekerja di luar negeri dengan penghasilan yang menggiurkan kini bukan lagi sekadar angan.
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah membuka tabir peluang emas ini, membeberkan potensi gaji fantastis di negara-negara maju seperti Jerman dan Jepang.
Menurut Rodli dari BP3MI Jawa Tengah, perawat Indonesia sangat diminati, terutama di sektor kesehatan di kedua negara tersebut.
Baca juga: Sindikat Judol Berkedok Wisata Murah Mengintai Calon PMI, BP3MI: Awas Penyekapan hingga Jual Ginjal!
Tawaran gaji yang menggiurkan menjadi daya tarik utama, ditambah dengan berbagai fasilitas penunjang yang disediakan.
"Kalau kerja ke Jerman itu saat ini gajinya Rp 55 juta kurang lebih per bulan, bulan itu untuk perawat tapi ya," ungkap Rodli.
Meski angka tersebut tampak besar, Rodli menjelaskan bahwa setelah dipotong asuransi dan pajak yang mencapai 35 persen di Jerman, pendapatan bersih yang diterima perawat masih sangat tinggi.
"Pendapatan bersih karena di Jerman itu untuk asuransi dan pajak itu 35 persen itu sih gajinya sekitar 40-an juta bersih per bulan," jelasnya.
Sebuah angka yang tentu saja jauh melampaui rata-rata penghasilan perawat di dalam negeri.
Peluang di Negeri Sakura
Tak hanya Jerman, Jepang juga menawarkan prospek cerah bagi perawat Indonesia.
Rodli menyebutkan bahwa gaji para PMI perawat di Jepang berkisar antara Rp 18 juta hingga Rp 20 juta per bulan, bahkan bisa melonjak hingga Rp 27 juta jika mendapatkan bonus.
"Kalau yang sudah mendapatkan bonus yang perawat itu bisa sampai 27 juta," tambahnya.
Pemerintah melalui BP3MI tidak hanya membuka jalan, tetapi juga menyiapkan calon PMI agar siap bersaing.
Salah satu kuncinya adalah penguasaan bahasa. Untuk calon perawat ke Jerman, tersedia kursus bahasa Jerman gratis yang berlangsung sekitar 9 hingga 12 bulan.
Demikian pula untuk Jepang, calon PMI wajib mengikuti kursus bahasa Jepang dasar hingga level N5, yang juga difasilitasi secara gratis oleh pemerintah Jepang.
Bahkan, selama kursus di Jepang, peserta mendapatkan uang saku sebesar 10 dolar setiap hari.
Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para perawat Indonesia yang memiliki kompetensi dan minat untuk berkarir di kancah global, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.
| Segini Tunjangan Perumahan DPRD Banyumas, Ketua Capai Rp38 Juta |
|
|---|
| Sidang Kasus Tambang Pancurendang, Tiga Terdakwa Dituntut 1 Tahun |
|
|---|
| Akhir Libur Sekolah, 29 Ribu Penumpang Padati Stasiun Daop 5 |
|
|---|
| Berkah Lebaran Pedagang Baturraden Usai Diterjang Isu Banjir Bandang |
|
|---|
| Pria Cirebon Curi 4 HP di Ajibarang Saat Pemiliknya Salat Tarawih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251028-RODLI-BP3MI.jpg)