Sabtu, 18 April 2026

Berita Jateng

Proyek SMP Negeri 2 Bantarkawung Brebes Senilai Rp 1,77 Miliar Tapi Buruh Bangunan tak Dibayar

para pekerja mengeluhkan keterlambatan pembayaran upah yang semula dilakukan setiap hari Kamis namun mundur ke Jumat.

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: khoirul muzaki
Dindikpora Brebes
PEKERJA BANGUNAN - Para pekerja bangunan revitalisasi SMP Negeri 2 Bantarkawung saat meminta maaf karena sempat membuat kegaduhan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES – Gegara telat di bayar oleh mandor, puluhan tukang bangunan yang mengerjakan proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sempat tak berangkat. Akibatnya, proyek sempat tertunda. 


Proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 tersebut, mulai dikerjakan sejak Agustus dan ditargetkan rampung pada November mendatang.

Meski begitu, para pekerja mengeluhkan keterlambatan pembayaran upah yang semula dilakukan setiap hari Kamis namun mundur ke Jumat.

Tak kunjung mendapatkan kejelasan, pekerja dijanjikan hari Sabtu, hingga akhirnya tidak jelas.

Sekitar 40 pekerja, kemudian memutuskan berhenti bekerja pada Minggu (19/10/2025).

Beruntung, pada Senin (20/10/2025) mereka kemudian mendapatkan kejelasan. Mereka kembali bekerja setelah menerima bayaran yang sempat tertunda.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp1,77 miliar yang bersumber dari APBN.

Proyek dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Aditya Perdana membantah adanya aksi mogok kerja para tukang bangunan.

Baca juga: Peserta MAPSI XIV di Banyumas Dapat Diskon 50 Persen Tiket Wisata Daerah

Ia menyebut, kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman.

Adit menyebut, para pekerja bangunan tersebut telah meminta maaf dan kini sudah bekerja kembali.

"Tidak ada mogok kerja, hanya miskomunikasi saja."

"Kebetulan kepala pelaksana proyek yang dari Brebes sedang sakit, jadi pembayaran tertunda,” ujarnya kepada Tribunjateng.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/10/2025).

Adit merinci, proyek revitalisasi yang sedang berjalan mencakup rehab tiga gedung berisi enam ruang kelas, rehab laboratorium, mushola, MCK, serta pembangunan ruang UKS.

"Hingga saat ini progres pekerjaan telah berjalan kembali, update progres sudah diatas 60℅. Target sebelum 31 desember selesai," pungkasnya. (Pet).

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved