Berita Jateng
Limbah Kulit Udang Bisa Jadi Pengawet Alami, Sayur dan Buah Bisa Tahan Lama
produk ini dirancang untuk menjawab masalah tingginya tingkat food loss dan food waste di Indonesia
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, Limbah kulit udang yang selama ini dianggap tak bernilai kini disulap menjadi produk inovatif bernama Chitoma, pelapis alami (edible coating) yang mampu memperpanjang masa simpan buah dan sayur.
Inovasi ini dikembangkan oleh lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) 2025.
Tim mahasiswa tersebut terdiri atas Bayu Saputra, Salik Bahrudin (Jurusan Kimia), Argitta Nova Triana (Ilmu Gizi), Siti Sofia Ranti (Teknologi Pangan), dan Velin Yohanita (Bisnis Digital).
Mereka memanfaatkan kitosan dari limbah kulit udang yang dikombinasikan dengan ekstrak kunyit sebagai bahan utama Chitoma.
Menurut ketua tim, Bayu Saputra, produk ini dirancang untuk menjawab masalah tingginya tingkat food loss dan food waste di Indonesia, terutama pada buah dan sayuran yang cepat membusuk.
“Banyak bahan pangan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi, tapi harus dibuang karena mudah rusak.
Baca juga: Menuju Sekda Terbaik di Indonesia, Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Bawakan Presentasi Bawor Metal
Chitoma memberikan solusi alami dan praktis agar produk pertanian bisa bertahan lebih lama,” jelas Bayu, Rabu (15/10/2025).
Chitoma bekerja dengan membentuk lapisan pelindung berbasis kitosan yang membantu menjaga kelembapan serta menghambat pertumbuhan mikroba.
Kandungan kurkumin dalam kunyit memberikan efek antimikroba alami sehingga kualitas buah dan sayur tetap terjaga lebih lama.
Data dari FAO menyebutkan, sepertiga hasil pertanian dunia terbuang setiap tahunnya.
Di Indonesia, kerugian terbesar terjadi pada sektor buah dan sayur yang mudah rusak, dan hal ini berdampak langsung pada pelaku UMKM, pedagang pasar, hingga rumah tangga.
Produk Chitoma hadir sebagai solusi pangan berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.
Aplikasinya mudah, dapat digunakan oleh pedagang, ibu rumah tangga, maupun pelaku usaha kecil tanpa memerlukan teknologi khusus.
Dosen pembimbing, Nor Basid Adiwibawa Prasetya, S.Si., M.Sc., Ph.D., mengapresiasi inovasi mahasiswanya tersebut.
“Chitoma menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan bisa langsung diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/chitoma-pelapis-alami.jpg)