Kamis, 7 Mei 2026

Berita Pati

Pansus Hak Angket Soroti Pembongkaran Taman Setda Pati, Kepala DPUTR: Tergantung Selera Bupati

Pansus Hak Angket DPRD Pati pertanyakan pembangunan fisik yang dilakukan Bupati Sudewo bukan hal prioritas.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
PENUHI PANGGILAN PANSUS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati sekaligus Pj Sekda Pati, Riyoso, memenuhi panggilan dari Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati, Rabu (17/9/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Riyoso terkait pembangunan fisik yang berlangsung, Rabu (17/9/2025).

Satu di antaranya, halaman pendopo Pati yang semula dipenuhi taman bunga kini dibongkar menjadi tempat parkir.

Anggota Pansus Hak Angket DPRD Pati dari PKB Muhammadun, bahkan menilai, pembangunan yang dilakukan Bupati Sudewo terkesan bertujuan menghapus jejak bupati terdahulu.

"Halaman pendopo sudah bagus, dibongkar. Masjid Agung, meski pada akhirnya dibatalkan, tiba-tiba mau direnovasi total dengan anggaran Rp15 miliar."

"Alun-alun juga belum lama direnovasi, mau dibangun lagi."

"Tugu selamat datang yang ada tulisan Bumi Mina Tani dibongkar," ucap Madun.

Baca juga: Buntut PBB tak Jadi Naik, Alun-alun dan Masjid Agung Pati Batal Direnovasi

Dia juga menyinggung wacana penggantian semboyan daerah dari Bumi Mina Tani menjadi Pati Mutiara.

Menurut Madun, sekalipun pada akhirnya bupati meralat bahwa "Pati Mutiara" hanyalah tema Hari Jadi Pati, hal itu tetap menimbulkan pertanyaan.

"Masalahnya, yang sering disampaikan pada kami adalah efisiensi. Tapi pembangunan yang belum mendesak malah diutamakan."

"Sehingga narasi efisiensi menjadi bias dan mentah."

"Contohnya, halaman pendopo dan masjid agung. Saya belum pernah mendengar komentar masyarakat masjid sudah jelek, tapi mau dianggarkan Rp15 miliar. Sehingga narasi efisiensi menjadi tidak bermakna," kata Madun.

Menurut dia, proyek-proyek yang terkesan tidak mempertimbangkan skala prioritas tersebut hanya menimbulkan kesan bahwa peninggalan pemerintah sebelumnya hendak dihilangkan.

"Hal-hal seperti ini sebetulnya ide njenengan atau murni Pak Bupati?" tanya Madun.

Riyoso menjawab, setiap pemimpin memiliki visi dan misi. 

Sehingga, menurut dia, tidak ada maksud dari Bupati Sudewo untuk "menghilangkan jejak" pemimpin terdahulu.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved