Kamis, 23 April 2026

Berita Jateng

Pabrik Garmen Semarang Susah Cari Pekerja Terampil, Padahal Pengangguran Banyak

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Semarang sendiri saat ini berada pada angka 3,73 persen, atau sekitar 25.322 orang. 

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
Ilustrasi industri garmen 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN – Persoalan pengangguran dan rendahnya serapan tenaga kerja terampil menjadi sorotan utama pihak legislatif dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Semarang, Jumat (12/9/2025). 

Kunjungan itu menyoroti langsung kesenjangan antara kebutuhan industri, khususnya sektor garmen, dengan ketersediaan tenaga kerja yang siap pakai.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyampaikan bahwa banyak perusahaan garmen di Kabupaten Semarang mengeluhkan kesulitan mendapatkan tenaga kerja terampil, meskipun di daerah Bumi Serasi terdapat banyak lulusan SMK.

“Faktanya, lulusan SMK belum sepenuhnya siap kerja. 

Perusahaan harus melatih tenaga baru selama satu bulan, bahkan harus mendatangkan pekerja dari luar provinsi seperti Sumatera Barat dan Lampung,” ungkap Edy.

Situasi ini, lanjut dia, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. 

Oleh karena itu, Komisi IX akan mendorong program pelatihan kerja di Kabupaten Semarang melalui usulan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

“Tahun ini Kemenaker menargetkan 53 ribu orang untuk pelatihan kerja nasional. 

Kami harap setidaknya 3.000 kuota dapat dialokasikan ke Kabupaten Semarang, khususnya untuk mendukung sektor garmen,” imbuh dia.

Menanggapi itu, pemerintah daerah juga tak tinggal diam. 

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, dalam pertemuan yang digelar di Ruang Dharma Satya, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalankan pelatihan tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan BLK Komunitas. 

Untuk memperluas dampaknya, Pemkab mengajukan revitalisasi BLK dengan nilai usulan Rp2,9 miliar ke DPR RI.

“Pelatihan yang kami lakukan setiap tahun menyasar 600 orang dan dibiayai dari APBN serta APBD. 

Namun kapasitasnya masih terbatas, sehingga kami mendorong penguatan infrastruktur pelatihan melalui usulan revitalisasi BLK,” jelas Ngesti.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Semarang sendiri saat ini berada pada angka 3,73 persen, atau sekitar 25.322 orang. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved