Selasa, 21 April 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Iran Ancam Balas Serangan Kapal Perusak AS: "Ini Pembajakan Bersenjata!"

Militer Iran ancam balas AS usai kapal Touska ditembak USS Spruance di Teluk Oman. Trump ancam hancurkan infrastruktur Iran jika negosiasi gagal.

Editor: Rustam Aji
TWITTER
ILUSTRASI - Iran siap membalas kapal perusak Amerika. 

Ringkasan Berita:
  • Militer Iran bersumpah akan membalas tindakan kapal perusak Amerika Serikat yang menembaki kapal kargonya di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026).
  • Teheran menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April lalu.
  • Ketegangan ini memuncak hanya dua hari sebelum masa gencatan senjata tersebut resmi berakhir pada Rabu (22/4/2026)

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Militer Iran bersumpah akan melancarkan serangan balasan setelah kapal perusak Amerika Serikat, USS Spruance, menembaki kapal kargo berbendera Iran, Touska, di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026).

Insiden ini terjadi hanya dua hari sebelum masa gencatan senjata antara kedua negara resmi berakhir.

"Kami memperingatkan, angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata oleh militer AS ini," tegas juru bicara pusat komando militer Khatam Al-Anbiya melalui kantor berita ISNA, Senin (20/4/2026).

Teheran menuduh Washington secara terang-terangan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah berjalan sejak 8 April lalu.

Ketegangan bermula ketika kapal Touska dituding mencoba menerobos blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa kapal tersebut mengabaikan serangkaian perintah peringatan.

"Kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance menghentikan mereka tepat di tempatnya dengan membuat lubang di ruang mesin," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Baca juga: AS Sita Kapal Kargo Iran di Laut Oman, Teheran Berang: Ini Deklarasi Perang!

Trump menambahkan bahwa Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut untuk pemeriksaan intensif, mengingat Touska masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS atas dugaan aktivitas ilegal.

Komando Pusat AS (Centcom) merilis bukti berupa rekaman video yang memperlihatkan detik-detik peluru dari meriam kaliber lima inci menghantam sistem penggerak kapal.

Menurut Centcom, tindakan tegas ini dilakukan setelah kru kapal menolak perintah untuk mengosongkan ruang mesin saat menuju pelabuhan Bandar Abbas.

Hingga saat ini, militer AS tercatat telah memaksa sedikitnya 25 kapal komersial untuk berputar balik sejak blokade diberlakukan.

Insiden berdarah di laut ini pun langsung menghanguskan prospek diplomasi.

Iran Batalkan Rencana Negosiasi

Media pemerintah Iran, IRNA, menyatakan bahwa Teheran membatalkan rencana kehadiran dalam negosiasi lanjutan di Pakistan yang seharusnya digelar Senin (20/4/2026). 

Pihak Iran menilai tuntutan Washington saat ini sangat tidak realistis.

Baca juga: AS Tak Tepati Kesepakatan, Iran Kembali Blokade Total Selat Hormuz: Trump Tak Bisa Memeras Kami!

Merespons sikap dingin Teheran, Presiden Trump justru mengeluarkan ancaman yang lebih destruktif. Ia memperingatkan bahwa AS tidak akan segan menghancurkan infrastruktur vital jika tawarannya ditolak.

“Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. Tidak ada lagi pria baik!” ancam Trump.

Situasi di kawasan kini berada pada titik didih tertinggi, dengan bayang-bayang perang terbuka yang mengancam stabilitas geopolitik dan ekonomi global menjelang tenggat waktu gencatan senjata pada Rabu mendatang. (a naufal/kps)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved