Berita Jateng
Menlu Abbas : Jembatan Iran Hancur Bisa Dibangun tapi Reputasi AS Sulit Pulih
Serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk jembatan B1, kata dia, menggambarkan runtuhnya moral Amerika
TRIBUNBANYUMAS.COM, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menghantam jembatan strategis Iran B1 pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk jembatan B1, kata dia, menggambarkan runtuhnya moral Amerika.
Hal tersebut disampaikan Araghchi lewat platform X, Jumat (3/4/2026).
"Serangan terhadap struktur sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah," tegas Araghchi.
Hal itu justru menunjukkan kekalahan dan runtuhnya moral musuh yang sedang kacau," lanjutnya.
Menurut Araghchi, bangunan yang diserang dan hancur bisa dibangun lagi dengan struktur lebih kuat.
Baca juga: DPRD Sebut Parkir Gratis 60 Gerai Indomaret di Banyumas Ringankan Masyarakat
Namun sebaliknya, tindakan keji AS itu akan meruntuhkan reputasi mereka di mata internasional yang sulit dipulihkan.
"Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali dengan lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih adalah reputasi Amerika," tegas Araghchi.
Melansir EADaily, Kamis, The Guardian memberitakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampak 'membanggakan' keberhasilan serangannya terhadap jembatan yang berada di Karaj, sebelah barat Teheran itu.
Laporan awal menyebut dua orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka dalam insiden itu.
Namun, menurut media pemerintahan Iran, angka tersebut kemudian bertambah menjadi delapan korban meninggal dan 85 orang luka-luka.
Trump juga sempat mengunggah video serangan itu sembari mendesak Iran untuk segera membuat kesepakatan sebelum terlambat.
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/04/113000465/menlu-iran--jembatan-hancur-bisa-dibangun-lebih-kuat-tapi-reputasi-as-tidak?source=terpopuler.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/araghaci-iran.jpg)