Senin, 27 April 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Iran Berduka: Ali Larijani Tewas dalam Serangan Udara Israel saat Kunjungi Putrinya

Kepala Dewan Keamanan Iran Ali Larijani dikonfirmasi tewas dalam serangan udara Israel. Kehilangan besar bagi Teheran di tengah perang

Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/Wikimedia Commons
Ali Larijani - Tewas diserang AS-Israel saat kunjungi putrinya. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Dewan Keamanan Iran Ali Larijani dikonfirmasi meninggal dunia di tengah kecamuk perang Iran yang memasuki pekan ketiga. 
  • Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Dewan Keamanan Nasional Iran pada Selasa (17/3/2026).
  • Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengeklaim Larijani meninggal dalam serangan Senin (16/3/2026) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Dewan Keamanan Nasional Iran secara resmi mengonfirmasi kematian pilar politik sekaligus Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, pada Selasa (17/3/2026).

Larijani dilaporkan gugur dalam sebuah serangan udara Israel di tengah berkecamuknya perang Iran yang kini memasuki pekan ketiga.

Insiden yang terjadi pada Senin (16/3/2026) malam tersebut tidak hanya menewaskan Larijani, tetapi juga putra dan sejumlah pengawal pribadinya.

Pemerintah Iran menyebut Larijani sebagai hamba saleh yang meraih kesyahidan di medan pengabdian setelah seumur hidup berjuang demi revolusi.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil "melenyapkan" Larijani dalam operasi terencana.

Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, menyebut mantan Ketua Parlemen Iran tersebut sebagai target utama pembunuhan terencana untuk melumpuhkan struktur komando Teheran.

Kehilangan Terbesar Sejak Qassem Soleimani

Kematian Ali Larijani meninggal dunia ini dinilai sebagai pukulan yang jauh lebih telak bagi Teheran dibandingkan kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada awal konflik. 

Larijani dianggap sebagai sosok "jembatan" yang memiliki pengaruh besar di level internasional, terutama dalam menjalin hubungan strategis dengan China dan Rusia.

Baca juga: Ali Larijani Sosok Kunci Pasca-Kematian Khamenei: Diprediksi Jadi Penentu Nasib Iran

Analis dari Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, Ellie Geranmayeh, menilai pembunuhan ini sengaja dilakukan untuk menutup ruang diplomasi.

"Larijani adalah sosok pragmatis yang sebenarnya bisa menjadi pintu masuk bagi Presiden AS Donald Trump jika ingin melakukan gencatan senjata. Dengan hilangnya Larijani, peluang negosiasi kini tertutup rapat," tulis laporan The Guardian.

Sosok Intelektual di Tengah Medan Perang

Selain dikenal sebagai negosiator nuklir yang ulung, Larijani adalah seorang intelektual dan matematikawan yang menulis disertasi tentang filsuf Immanuel Kant.

Meski sempat dilarang mencalonkan diri dalam pemilu presiden oleh Dewan Garda, ia ditarik kembali ke pusat kekuasaan pada Agustus 2025 karena pengalamannya yang dianggap tak tergantikan dalam menghadapi tekanan Barat.

Sebelum gugur, Larijani sempat memberikan peringatan keras kepada Donald Trump melalui platform X terkait ancaman penutupan Selat Hormuz.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved