Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Saling Kunci di Selat Hormuz: Iran Balas Blokade AS dengan Penyitaan Kapal

Iran tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup selama blokade laut AS berlanjut. Dua kapal kontainer disita Garda Revolusi

Tayang:
Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/Google Maps
SELAT HORMUZ - Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik didih baru setelah Iran menegaskan tidak akan membuka jalur pelayaran strategis tersebut selama blokade laut oleh Amerika Serikat (AS) masih berlangsung. 

Ringkasan Berita:
  • Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung.
  • Sikap Iran ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk penyitaan dua kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.
  • Insiden tersebut bahkan terjadi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata untuk memberi waktu bagi perundingan damai yang dimediasi Pakistan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik didih baru setelah Iran menegaskan tidak akan membuka jalur pelayaran strategis tersebut selama blokade laut oleh Amerika Serikat (AS) masih berlangsung.

Sikap keras ini dibuktikan dengan aksi Garda Revolusi Iran yang menyita dua kapal kontainer, yakni MSC Francesca (Panama) dan Epaminondas (Liberia), Rabu (22/4/2026).

Gencatan Senjata Tanpa Makna

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS Donald Trump tidak memiliki arti selama tekanan militer dan ekonomi melalui blokade laut tetap dijalankan.

“Gencatan senjata hanya bermakna jika tidak dilanggar melalui blokade laut. Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata ini,” tegas Ghalibaf sebagaimana dilansir BBC.

Situasi ini memicu ketidakpastian global yang menjaga harga minyak dunia tetap tinggi sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu. Meski Trump memberi ruang bagi mediasi melalui Pakistan, Teheran belum mengonfirmasi keikutsertaan dalam perundingan damai tersebut.

Baca juga: Iran Tak Datang ke Perundingan, Trump Tiba-tiba Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata

Blokade Total dan Penyitaan Kapal

Di sisi lain, Komando Pusat AS (Centcom) justru memperketat pengawasan. Sebanyak 10.000 tentara, 17 kapal perang, dan lebih dari 100 pesawat dikerahkan untuk memastikan tidak ada kapal tanker yang keluar-masuk pelabuhan Iran.

Centcom mengeklaim telah memerintahkan 31 kapal untuk berbalik arah.

Sebagai tandingan, Iran kini mewajibkan setiap kapal meminta izin sebelum melintasi Selat Hormuz. Aksi penyitaan terhadap MSC Francesca dan Epaminondas diklaim Iran sebagai penindakan atas pelanggaran aturan maritim.

Namun, Kementerian Luar Negeri Panama mengecam keras aksi tersebut sebagai "serangan serius terhadap keamanan maritim global."

Laporan lapangan juga menyebutkan adanya kapal dagang yang ditembaki Garda Revolusi sekitar 15 mil laut dari Oman, yang menyebabkan kerusakan pada struktur anjungan kapal tanpa menimbulkan korban jiwa.

Eskalasi di Lebanon Memperkeruh Suasana

Krisis di Teluk Persia ini semakin rumit dengan situasi di Lebanon.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah telah diupayakan, serangan udara Israel di dekat perbatasan dilaporkan menewaskan lima orang pada Rabu kemarin, termasuk jurnalis Amal Khalil.

Baca juga: Polda Jateng Ungkap Jalur Gelap Ekspor Kendaraan Ilegal: 1.727 Kendaraan Dikirim ke Timor Leste

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved