Iran Vs Israel dan Amerika
Tolak Gencatan Senjata, Iran Pilih Perlawanan Total Melawan AS-Israel
Menlu Iran Abbas Araghchi tegaskan perlawanan total terhadap AS-Israel dan tolak gencatan senjata tanpa penghentian perang permanen.
Ringkasan Berita:
- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran akan terus melanjutkan perlawanan demi rakyatnya hingga tercapai penghentian perang secara total dan permanen.
- Iran menolak seruan gencatan senjata dalam konfliknya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
- Dalam wawancara eksklusif program "Meet the Press" di NBC News, Araghchi menuding pihak AS dan Israel telah melakukan pelanggaran kemanusiaan yang berat.
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN– Pemerintah Iran secara tegas menolak seruan gencatan senjata dalam konfliknya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran akan terus melanjutkan perlawanan demi keamanan rakyatnya hingga tercapai penghentian perang secara total dan permanen.
"Perang ini harus diakhiri secara permanen. Kecuali kita mencapai hal itu, saya pikir kita perlu terus berjuang demi rakyat dan keamanan kita," ujar Araghchi dalam wawancara eksklusif program Meet the Press di NBC News, yang dikutip Senin (9/3/2025).
Araghchi menuding pihak AS dan Israel telah melakukan pelanggaran kemanusiaan berat dengan menyerang fasilitas publik.
Ia menyebut tindakan serangan terhadap rumah sakit dan warga sipil, termasuk siswi sekolah, sebagai alasan kuat mengapa konflik Iran AS Israel sulit diredam melalui kesepakatan jangka pendek.
Menurutnya, kegagalan kesepakatan masa lalu—di mana AS dan Israel dianggap melanggar gencatan senjata perang 12 hari tahun lalu—menjadi dasar skeptisisme Teheran saat ini.
Baca juga: Fasilitas Minyak Diserang AS-Israel Hantam, Iran Tegaskan Tak Ganggu Pasokan BBM
Kerja Sama Intelijen Iran-Rusia
Terkait laporan mengenai dukungan Rusia terhadap Iran, Araghchi tidak menampik adanya kolaborasi erat. Menanggapi isu pemberian data intelijen Rusia mengenai lokasi kapal perang dan pasukan AS di Timur Tengah, ia menyebut kerja sama tersebut bukanlah hal rahasia.
“Mereka membantu kami dalam berbagai hal. Itu bukan rahasia, meski saya tidak memiliki informasi detailnya,” jelas Araghchi.
Jangkauan Rudal Iran dan Keamanan Regional
Di sisi lain, Araghchi memberikan klarifikasi terkait tudingan Presiden AS Donald Trump mengenai pengembangan rudal Iran yang mampu menjangkau wilayah Amerika. Ia menegaskan bahwa Teheran secara sengaja membatasi kemampuan militer mereka.
“Kami memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal, tetapi kami sengaja membatasi jangkauan di bawah 2.000 kilometer. Kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia,” tuturnya.
Baca juga: Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Uang Rp19 Miliar Mengalir ke Suami dan 2 Anaknya
Mengenai ketegangan di kawasan Teluk, Araghchi menekankan bahwa Iran tidak pernah berniat menyerang negara tetangga secara sengaja.
Namun, ia mengakui serangan diarahkan pada instalasi dan aset Amerika yang kebetulan berada di wilayah negara-negara tetangga tersebut.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menurut Araghchi, telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di wilayah terdampak atas ketidaknyamanan akibat agresi AS dan tindakan balasan dari pihak Iran.
Terakhir, Menlu Iran ini menutup dengan pesan tegas menolak campur tangan Donald Trump dalam urusan internal negara, khususnya terkait pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran, yang ia sebut sepenuhnya merupakan hak kedaulatan rakyat Iran melalui Majelis Ahli..(ahmadnaufal)
| Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Uang Rp19 Miliar Mengalir ke Suami dan 2 Anaknya |
|
|---|
| Jateng Diprediksi Jadi Wilayah Terpadat selama Arus Mudik Lebaran 2026,Berikut Jadwal One Way di Tol |
|
|---|
| Pertamina Cilacap Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadan 2026 |
|
|---|
| Angin Kencang Terjang Cilacap, Belasan Rumah Warga Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/perang-iran-vs-as-israel.jpg)