Cilacap
Tanggul 150 Meter Diperbaiki, Desa Miskin Ekstrem di Cilacap Kini Mandiri
Tanggul 150 meter di Pantai Jetis Cilacap diperbaiki jelang libur sekolah dan Festival Jolen. Kades sebut wisata ubah status desa miskin.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Desa Wisata Jetis, Cilacap bersiap menyambut libur sekolah dengan memperbaiki tanggul Pantai Jetis sepanjang 150 meter.
- Perbaikan oleh BBWS Serayu Opak ini untuk mencegah abrasi dan memperindah kawasan wisata.
- Kades Jetis, Muharno menyebut pembenahan ini sejalan dengan persiapan Festival Jolen pada 6 Juli 2026.
- Berkat sektor pariwisata, Desa Jetis berhasil bangkit dari status desa miskin ekstrem menjadi desa mandiri dengan ekonomi yang maju.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kawasan destinasi Desa Wisata Jetis yang berada di wilayah Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap terus melakukan berbagai pembenahan dan bersolek demi menyambut datangnya musim libur panjang sekolah.
Langkah pembenahan tersebut salah satunya direalisasikan melalui perbaikan tanggul pengaman yang membentang sepanjang sekitar 150 meter di kawasan pesisir Muara Pantai Jetis. Sebelumnya, area ini terpantau mengalami kerusakan di sejumlah titik dan sangat berpotensi terdampak bencana abrasi.
Keberadaan tanggul yang selama ini menjadi salah satu ikon andalan kawasan pesisir Desa Jetis itu diketahui sempat mengalami ambrol. Hal ini tak pelak menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga terhadap ancaman abrasi yang dapat sewaktu-waktu mengganggu aktivitas masyarakat pesisir maupun kelangsungan sektor pariwisata di sana.
Baca juga: Klarifikasi soal Rapat Luar Kota Dinkes Brebes Habiskan Rp 129 Juta, Wisata dan Naik Jeep
Kepala Desa Jetis, Muharno, mengatakan bahwa perbaikan tanggul ini tidak hanya murni berfungsi sebagai tameng pelindung kawasan pesisir dari terjangan ombak. Lebih dari itu, infrastruktur ini juga menjadi sebuah investasi jangka panjang bagi pengembangan destinasi wisata yang selama ini menjadi urat nadi andalan masyarakat setempat.
“Perbaikan tanggul ini sangat kami syukuri karena manfaatnya tidak hanya untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi, tetapi juga membuat kawasan Muara Pantai Jetis menjadi lebih nyaman, lebih aman, dan lebih indah untuk dikunjungi wisatawan,” ujar Muharno, Rabu (17/6/2026).
Menurut pemaparannya, wajah baru tanggul pesisir yang kini terlihat lebih tertata rapi itu akan mampu memberikan pengalaman berwisata yang jauh lebih baik bagi para pengunjung yang meluangkan waktunya datang ke Desa Wisata Jetis.
“Kami berharap setelah diperbaiki, kawasan ini semakin menarik sehingga wisatawan yang datang merasa betah dan ingin kembali berkunjung ke Jetis bersama keluarga maupun kerabat mereka,” katanya menambahkan.
Muharno menuturkan secara detail, jajaran pemerintah desa terus berkomitmen melakukan berbagai pembenahan berkelanjutan karena sangat menyadari bahwa tingkat kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi dua faktor paling vital dalam menjaga eksistensi serta keberlanjutan sektor pariwisata.
“Bagi kami, setiap pengunjung adalah tamu yang harus dilayani dengan baik sehingga kualitas destinasi harus terus dijaga agar mereka berkenan datang dan menikmati berbagai potensi yang dimiliki Desa Jetis,” tuturnya.
Selain berfokus pada pembenahan fisik kawasan wisata, pihak pengelola Desa Jetis saat ini juga tengah disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan pergelaran Festival Jolen. Aksi budaya pesisir ini diketahui telah masuk secara resmi ke dalam kalender event desa dan dijadwalkan bakal berlangsung meriah pada tanggal 6 Juli 2026 mendatang.
Muharno turut menjelaskan secara terbuka, pesatnya perkembangan sektor wisata di daerahnya telah sukses memberikan dampak perputaran ekonomi yang sangat signifikan bagi masyarakat Desa Jetis. Hal ini terwujud melalui terbukanya pelbagai peluang usaha ekonomi kreatif dan perluasan lapangan pekerjaan.
“Dulu Desa Jetis pernah masuk kategori desa miskin ekstrem, tetapi berkat dukungan berbagai pihak dan berkembangnya sektor wisata, perekonomian masyarakat perlahan tumbuh sehingga kini kami berhasil menjadi desa mandiri,” ungkapnya dengan bangga.
Pada akhir keterangannya, kades tersebut menambahkan bahwa keberhasilan kolektif ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sektor pariwisata secara serius sangat mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi roda perekonomian. Dampak positif ini diestafetkan mulai dari kelompok pelaku UMKM, pedagang asongan, kelompok nelayan, hingga para tenaga kerja pengelola destinasi wisata lokal.
“Wisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga desa,” pungkas Muharno. (ray)
| Sentil Warga Hobi Menghujat Pertamax Naik, Ini Pesan Ketua DPRD Cilacap |
|
|---|
| Sertipikat Tanah Hilang di Cilacap? Siapkan Rp350 Ribu dan Harus Bersumpah |
|
|---|
| Meninggal di Pacitan, Jenazah Sarno Dipindah ke RIB di Karangbolong |
|
|---|
| Sering Wara-wiri Bikin Boros, Warga Cilacap Pilih Tinggalkan Pertamax |
|
|---|
| Sering Disalahkan Soal Porsi Terlambat, Relawan Segel Dapur Makan Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260617-perbaikan-tanggul-muara-pantai-jetis.jpg)