Finalis Putri Otonomi Indonesia
Mahasiswi Pangan Unsoed Tembus Top 20 Putri Otonomi Indonesia
Mbekayu Banyumas 2025, Syifa Dyah Puspita sukses lolos 20 besar Putri Otonomi Indonesia 2026 dan siap karantina di Deli Serdang.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Syifa Dyah Puspita berhasil lolos ke babak 20 besar finalis Putri Otonomi Indonesia 2026
- Perwakilan Banyumas ini mengikuti seleksi ketat di Jakarta pada awal Juni 2026
- Syifa akan mengikuti masa karantina dan bela negara di Deli Serdang, Sumatera Utara
- Ajang ini bertujuan mempromosikan potensi daerah dan mendukung semangat otonomi daerah
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Mbekayu Banyumas Tahun 2025, Syifa Dyah Puspita, berhasil menembus 20 besar finalis Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 yang diselenggarakan secara langsung oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Keberhasilan membanggakan tersebut diraih setelah Syifa mengikuti serangkaian seleksi tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 2 hingga 4 Juni 2026 lalu.
Hasil seleksi ketat tersebut kemudian diumumkan secara resmi pada 7 Juni 2026. Lolosnya mahasiswi asal Banyumas ke jajaran 20 besar finalis ini sekaligus menempatkan Kabupaten Banyumas sebagai salah satu daerah yang akan diwakili dalam ajang bergengsi berskala nasional tersebut.
Baca juga: Ridho dan Syifa Terpilih Jadi Kakang Mbekayu Banyumas 2025, Siap Geber Promosi Wisata
Kegiatan ini sendiri pada dasarnya bertujuan untuk mencari figur perempuan muda sebagai duta promosi potensi daerah, sekaligus mendukung laju pembangunan berbasis semangat otonomi daerah.
Syifa mengatakan, ajang Pemilihan Putri Otonomi Indonesia merupakan wadah yang mempertemukan perwakilan perempuan-perempuan muda berbakat dari berbagai kabupaten di seluruh penjuru Nusantara.
Melalui kegiatan ini, setiap peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik di depan publik, tetapi juga harus menguasai pemahaman yang mendalam mengenai arah pembangunan daerah dan pelaksanaan konsep otonomi daerah.
"Keberhasilan menembus 20 besar seleksi Putri Otonomi Indonesia ini menjadi langkah awal bagi saya untuk melaju ke tahapan berikutnya. Selain menampilkan bakat dan kemampuan komunikasi, saya juga dituntut memiliki wawasan yang kuat mengenai pembangunan daerah dan otonomi daerah," ujar Syifa kepada Tribunbanyumas.com, Senin (8/6/2026).
Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dari Program Studi Teknologi Pangan tersebut tercatat lahir di Banyumas pada 24 April 2004.
Saat ini, Syifa tengah sibuk mempersiapkan diri guna menghadapi tahapan selanjutnya, yakni berupa retreat bela negara dan masa karantina yang akan digelar di kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 28 Juni 2026 mendatang.
Sebagai perwakilan resmi dari Banyumas, ia mengaku akan terus memperdalam bekal pengetahuannya mengenai berbagai potensi unggulan daerah yang nantinya akan diperkenalkan secara luas dalam ajang tersebut.
Menurut pandangannya, Kabupaten Banyumas memiliki sangat banyak keunggulan yang layak untuk dipromosikan hingga ke tingkat nasional, mulai dari geliat sektor pariwisata, peluang investasi, industri ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya lokal yang otentik.
"Sebagai Putri Otonomi Indonesia asal Banyumas, saya harus mampu memperkenalkan potensi unggulan Banyumas, mulai dari sektor pariwisata, investasi, ekonomi kreatif hingga kekayaan budaya lokal kepada masyarakat Indonesia," katanya sebagaimana tertulis dalam rilis.
Selain aktif menjalani rutinitas di dunia akademik kampus, Syifa ternyata juga memiliki rekam jejak pengalaman organisasi yang cukup panjang dan mumpuni.
Ia tercatat pernah aktif berkiprah di dalam Forum Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Banyumas pada periode 2022 - 2025, menjadi bagian dari Dewan Kerja Ranting Purwokerto Timur periode 2021–2025, serta saat ini masih tergabung aktif dalam Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas sejak tahun 2025 lalu.
Menjelang berlangsungnya tahapan grand final, Syifa sangat berharap bisa mendapat limpahan dukungan moril dari berbagai pihak, baik itu dari jajaran pemerintah daerah maupun dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Banyumas.
| Korban Dugaan Penipuan Pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto Bertambah, 85 Pensiunan Rugi Rp18 M |
|
|---|
| Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai Hari Ini, Kapolres Kudus Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Keselamatan |
|
|---|
| Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026 |
|
|---|
| Kisah Inspiratif Agus Setiawan dan Ambulans Kartun Kitty Group di Banyumas |
|
|---|
| Nenek Takut Mobil Putih Jadi Awal Mula Ambulans Hello Kitty di Banyumas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260608-mbekayu-banyumas-syifa-dyah-puspita-poi.jpg)