Selasa, 28 April 2026

Cilacap

Kisah Getir Bocah Cilacap: Kabur Umur 7 Tahun, Makan Ikan Basi di Jakarta

Perjuangan hidup Zainuddin sungguh getir. Kabur dari Cilacap usia 7 tahun, ia bertahan hidup di Jakarta dengan makan sisa hingga diasuh yayasan.

ISTIMEWA
32 TAHUN HILANG - Zainuddin (kanan) berfoto bersama ibunya yang kini berusia 85 tahun. Bermodal Google Maps dan bantuan netizen, ia menemukan keluarganya di Bantarsari, Cilacap. (TRIBUN BANYUMAS/ISTIMEWA) 
Ringkasan Berita:
  1. Zainuddin menceritakan masa kelamnya saat tiba di Stasiun Jakarta Kota pada usia 7 tahun tanpa bekal apapun.
  2. Ia sempat hidup menggelandang selama sepekan, tidur di jalanan, dan mengemis untuk makan.
  3. Pengalaman nyaris mati kelaparan membuatnya terpaksa memakan ikan basi pemberian orang demi bertahan hidup.
  4. Nasibnya berubah saat bertemu relawan yayasan sosial yang menyekolahkannya hingga lulus SMA.
  5. Kini ia telah sukses bekerja, berkeluarga, dan berhasil menemukan kembali identitas aslinya.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Bayangkan seorang bocah usia 7 tahun, sendirian di ganasnya Ibu Kota Jakarta, tanpa keluarga dan tujuan.

Itulah yang dialami Zainuddin (39) puluhan tahun silam, sebelum akhirnya kini bisa kembali ke pelukan keluarga di Cilacap.

Kenakalan masa kecil membawanya pada perjalanan hidup yang penuh air mata dan perjuangan.

Baca juga: 32 Tahun Hilang Naik Kereta, Zainuddin Menangis Kembali Peluk Ibunya di Cilacap

Nyaris Mati Kelaparan

Tiba di Stasiun Jakarta Kota, Zainuddin kecil terlantar.

Ia tidur beratapkan langit dan mengandalkan belas kasih orang lewat.

Rasa lapar menjadi musuh utamanya setiap hari.

Baca juga: Modal Ingatan dan Google Maps, Pria Ini Temukan Rumah di Cilacap Usai 32 Tahun Hilang

"Saya sempat minta-minta di lampu merah buat makan. Pernah benar-benar hampir mati kelaparan," kenangnya, Rabu (7/1/2026).

Satu momen yang tak terlupakan adalah saat ia harus memakan makanan tak layak demi menyambung nyawa.

"Alhamdulillah ada orang kasih ikan besar walau sudah agak basi, tapi saya terima, itu sangat menolong," ujarnya getir.

Diselamatkan Yayasan Sosial

Beruntung, takdir mempertemukannya dengan orang baik.

Relawan yayasan sosial menampungnya.

Di sana ia mendapat tempat berteduh dan pendidikan.

Meski sempat berpindah-pindah pengasuh akibat konflik yayasan pada 1997, Zainuddin tumbuh menjadi pribadi tangguh.

Ia berhasil menyelesaikan sekolah hingga SMA dan kini bekerja di sebuah perusahaan logistik di Bekasi.

Masa lalu yang pahit itu kini terbayar lunas dengan ditemukannya kembali keluarga tercinta, di Cilacap.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved