Berita Banyumas
Mengulik Nopia Banyumas Lewat Pameran Gastronomi, Upaya Melestarikan Ikon Lokal agar Tak Terlupa
Pameran gastronomi bertajuk "Nopia: Jejak Rasa Jejak Karya", mengajak kita mengenal lebih dalam nopia Banyumas
Ringkasan Berita:
- Melestarikan warisan kuliner lokal tak cukup hanya memakannya saja, mengenal dan memahami maknanya kamu juga sudah turut melestarikan warisan lokal.
- Melalui pameran gastronomi yang bertajuk "Nopia: Jejak Rasa Jejak Karya" yang dihelat oleh Visi Visual bersama CBLK Labs, mengajak kita mengenal lebih dalam nopia
- Budi Basen, founder Visi Visual menuturkan, ide dasar pameran ini karena nopia adalah ikon makanan yang masih jarang dibahas di Banyumas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Cukup banyak warisan kuliner lokal di Banyumas.
Bagi kita generasi muda, melestarikan tak hanya dengan memakannya saja, mengenal dan memahami maknanya kamu juga sudah turut melestarikan warisan lokal.
Melalui pameran gastronomi yang bertajuk "Nopia: Jejak Rasa Jejak Karya" yang dihelat oleh Visi Visual bersama CBLK Labs, mengajak kita mengenal lebih dalam nopia, makna dibalik setiap bulatan manis yang legendaris ini.
Pameran gastronomi di Kedai Yammie 1001, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, 12-13 Desember 2025 lalu, itu, Budi Basen, founder Visi Visual menuturkan, ide dasar pameran ini karena nopia adalah ikon makanan yang masih jarang dibahas di Banyumas.
“Kami spesifikan lagi ke nopia, karena salah satu ikon makanan yang relatif jarang dibahas di Banyumas, padahal banyak cerita menarik sebagai sebuah produk budaya,” tuturnya.
Dengan didukung oleh Kementerian Kebudayaan, pameran ini menyediakan infografis sejarah, alat dan bahan pembuatan nopia, disertai dengan karya seni rupa dengan nopia sebagai sumber inspirasi.
Baca juga: Sop Pocong Mbak Anis di Depan Kuburan Mojopitu Pati, Segarnya Bikin Merindu
Tidak hanya aktivitas itu saja, ada juga bincang seniman, gastronomi, pemutaran film dokumenter nopia, lapak souvenir, dan makan nopia gratis.
Salah satu pengunjung, Keysa mengatakan pameran ini memberikan pengalaman baru baginya, lukisan yang dipajang berhasil menarik perhatiannya.
“Pameran ini memberi pengalaman baru, ada satu lukisan yang menarik perhatian, mengibaratkan nopia yang terbelah menjadi dua layaknya kepala manusia,” katanya.
Baca juga: Pedangan Suket: Kuliner Malam ala Pasar di Gang Kecil Tengah Kota Purwokerto
Harapannya pameran ini dapat dilaksanakan secara rutin agar tetap terjaga untuk generasi muda selanjutnya.
“Untuk kedepannya lebih sering untuk mengadakan pameran - pameran atau event yang mengikutsertakan warisan gastronomi lokal, agar lebih dikenal luas bagi masyarakat,” tandasnya. Salwa/mahasiswa magang Unsoed)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pameran-gastronomi-nopia.jpg)