Berita Banyumas
Banyumas Raya Alami Deflasi, Dipicu Penurunan Harga Daging Ayam dan Cabai Rawit
Banyumas Raya mengalami deflasi seiring dengan penuruhan harga bahan pokok usai Ramadan dan Idulfitri 2026.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Banyumas Raya mengalami deflasi setelah harga sejumlah bahan pokok turun setelah momen Ramadan dan Idulfitri 2026.
- Penurunan harga tersebut di antaranya terjadi pada kelompok makanan, minuman, tembakau, daging ayam ras, telur ayam, juga cabai rawit.
- Meski begitu, BI memastikan, kondisi inflasi di Banyumas Raya tetap terjaga.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Harga sejumlah bahan pangan di wilayah Banyumas Raya melandai pasca-Lebaran 2026.
Kondisi ini mendorong terjadinya deflasi di Purwokerto pada April 2026.
Berdasarkan siaran pers Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, realisasi inflasi di Purwokerto pada April 2026 tercatat sebesar -0,07 persen (mtm), 1,03 persen (ytd), dan 2,12 persen (yoy).
Angka ini menurun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,68 persen (mtm), 1,10 persen (ytd), dan 3,31 persen (yoy).
Bank Indonesia menyebut, realisasi deflasi di Purwokerto bahkan lebih rendah dibandingkan deflasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan inflasi nasional pada periode yang sama.
Secara regional, Provinsi Jawa Tengah pada April 2026 mencatatkan deflasi sebesar -0,03 persen (mtm) dan inflasi tahunan 2,11 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mengalami inflasi 0,57 persen (mtm) dan 3,54 persen (yoy).
Baca juga: Laju Inflasi di Banyumas dan Cilacap Lambat saat Lebaran, Tertahan Harga Emas Perhiasan yang Turun
Sementara itu, secara nasional, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen (mtm) dan 2,42 persen (yoy), juga lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41 persen (mtm) dan 3,48 persen (yoy).
"Deflasi yang terjadi di Purwokerto, secara bulanan, dipicu oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah berakhirnya periode Ramadan dan Lebaran."
"Usai arus mudik dan balik, mobilitas masyarakat menurun sehingga berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas dan tarif angkutan antarkota," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny dalam rilis, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, koreksi harga emas global di tengah meredanya tensi geopolitik turut mendorong penyesuaian harga emas perhiasan di pasar domestik.
Dipicu Penurunan Harga Makanan dan Daging Ayam
Dari sisi kelompok pengeluaran, deflasi di Purwokerto terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatatkan deflasi -0,62 persen (mtm) dengan andil -0,19 persen (mtm).
Adapun komoditas utama penyumbang deflasi di kedua wilayah meliputi daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit yang mengalami penurunan harga.
Meski terjadi deflasi secara bulanan, Bank Indonesia memastikan, inflasi tahunan tetap terjaga dalam kisaran target nasional sebesar 2,5±1 persen.
Capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter serta sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk penguatan program ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Suami Istri Tewas Kecelakaan di Cilongok Banyumas, Terpental setelah Motor Tersenggol Kendaraan Lain
| Suami Istri Tewas Kecelakaan di Cilongok Banyumas, Terpental setelah Motor Tersenggol Kendaraan Lain |
|
|---|
| KDMP Bisa Benturan dengan Pedagang Kecil, Kades Kaliori Banyumas Soroti Potensi Konflik Harga |
|
|---|
| Cegah Aksi Kejahatan, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Pilih Hidupkan Satkamling |
|
|---|
| Bulog Banyumas Klaim Rutin Suplai MinyaKita, Kenyataannya di Pasar Langka |
|
|---|
| Tinggal di Desa, Pengedar Narkoba di Banyumas Dibekuk Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260506-bupati-banyumas-cek-harga-bahan-pokok.jpg)