Kamis, 28 Mei 2026

Berita Banyumas

Sadewo Respon Banyak Warganya Kecanduan Narkoba, Peringkat 3 Terbesar di Jateng

Kondisi itu dinilai memprihatinkan karena sebagian pengguna kemudian terjerumus ke tindak kriminal.

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
BERI KETERANGAN - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kabupaten Banyumas disebut menjadi daerah dengan tingkat penyalahgunaan obat-obatan terlarang tertinggi ketiga di Jawa Tengah.


Kondisi tersebut mendorong Balai POM Banyumas menggencarkan aksi nasional pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) yang kini marak dikonsumsi kalangan anak muda untuk mencari efek "nge-fly".


Hal itu disampaikan dalam kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu (OOT) yang digelar Balai POM Banyumas di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Senin (25/5/2026).


Kepala Balai POM Banyumas, Gidion mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana aksi nasional yang dilaksanakan serentak oleh 33 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM bersama Badan POM RI.


"Kita melaksanakan rencana aksi untuk menekan penyalahgunaan obat-obatan tertentu. 


Ada delapan jenis obat yang sebenarnya harus menggunakan resep dokter, tapi disalahgunakan masyarakat, khususnya anak-anak muda," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Baca juga: Teror Pocong Hinggapi Masyarakat Kebumen, Polisi Pastikan Hoaks


Menurutnya, obat-obatan tersebut kerap digunakan sebagai pengganti narkotika karena lebih mudah diperoleh dan harganya murah.


"Secara kasarnya dipakai untuk nge-fly. 


Aksesnya gampang, bisa beli di apotek, harganya juga murah dibanding narkotika atau psikotropika," ujarnya.


Ia menyebut beberapa jenis obat yang sering disalahgunakan.


"Mayoritas sebenarnya obat syaraf untuk menenangkan. 


Tapi kalau disalahgunakan efeknya bisa bikin hiperaktif atau justru sangat tenang sampai mengantuk," katanya.


Gidion menilai penyalahgunaan OOT meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir. 


Kondisi itu dinilai memprihatinkan karena sebagian pengguna kemudian terjerumus ke tindak kriminal.


"Yang bahaya itu yang hiperaktif. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved