Berita Banyumas
Ruang Pusaka Banyumas Dibuka untuk Umum, Keris dan Tombak Dilengkapi Barcode
Ruang pusaka di Pendopo Si Panji Banyumas kini dibuka untuk umum. Ruang ini berisi koleksi keris, tombak, juga jimat.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Bagi Hana, pengalaman dengan hal-hal tak kasat mata bukan hal baru.
Ia mengaku, sejak kecil kerap mengalami kesurupan dan melihat penampakan.
"Awalnya takut, tapi lama-lama belajar mengendalikan."
"Justru yang dilihat semakin beragam," katanya.
Kemampuan tersebut, menurutnya, juga dipengaruhi faktor keturunan dari sang kakek.
Aturan Berkunjung
Hana mengatakan, ruang pusaka Banyumas dibuka untuk umum di era pemerintahan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono ini.
Hana menjadi salah satu penggerak di balik keterbukaan itu.
Awalnya, ia hanya membantu membersihkan ruangan yang kondisinya kotor.
Namun, ia merasakan ada energi kuat di dalamnya.
"Ada aura leadership yang terasa," ujarnya.
Dari situlah, ia mulai terlibat lebih jauh, merawat pusaka secara sukarela.
Bahkan, penataan awal dilakukan menggunakan dana pribadi, sebelum akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Kini, ruang pusaka menjadi salah satu destinasi edukasi budaya.
Pengunjung yang ingin datang harus mengajukan surat kepada bupati dengan tembusan ke bagian umum.
Dalam satu waktu, jumlah pengunjung dibatasi antara 5 hingga 10 orang.
Selama ini, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar, mulai dari TK hingga mahasiswa, serta masyarakat umum dan pecinta tosan aji.
Namun ada aturan khusus.
Perempuan yang sedang menstruasi tidak diperkenankan masuk.
Baca juga: Duduk Perkara Lebih Bayar Bonus di RSUD Banyumas: Terima Rp2 Juta Per Bulan, Harus Kembalikan Rp13 M
Pada momen tertentu, seperti hari jadi Banyumas, aktivitas di ruang pusaka meningkat.
Tamu-tamu dari luar daerah bahkan luar negeri, diajak melihat langsung koleksi tersebut.
Ke depan, Hana berharap, penataan ruang pusaka bisa lebih optimal.
Selain sebagai tempat penyimpanan, ruang ini juga menjadi wajah Banyumas bagi tamu penting yang datang.
Di tengah pertemuan antara sains dan tradisi, ruang pusaka Banyumas kini tidak lagi sekadar ruang sakral.
Ia menjelma menjadi ruang belajar - tentang sejarah, tentang kepercayaan, dan tentang bagaimana masa lalu tetap hidup dalam cara yang lebih rasional, tanpa kehilangan makna. (*)
| Duduk Perkara Lebih Bayar Bonus di RSUD Banyumas: Terima Rp2 Juta Per Bulan, Harus Kembalikan Rp13 M |
|
|---|
| Menjaga Warisan Sejak 1957, Batik Hadipriyanto Konsisten Produksi Motif Khas Banyumasan |
|
|---|
| Abdul Mu'ti Tepis Anggaran Pendidikan untuk MBG, Program Revitalisasi Sekolah Masih Jalan |
|
|---|
| Payung Shufa Pecahkan Rekor MURI di Puhua School Purwokerto, Angkat Tema Toleransi |
|
|---|
| Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat Keruk Drainase Jalan Gajah Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250426-keris-koleksi-pemkab-banyumas.jpg)