Berita Banyumas
Ruang Pusaka Banyumas Dibuka untuk Umum, Keris dan Tombak Dilengkapi Barcode
Ruang pusaka di Pendopo Si Panji Banyumas kini dibuka untuk umum. Ruang ini berisi koleksi keris, tombak, juga jimat.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pintu sebuah ruangan di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, dulu nyaris tak pernah terbuka.
Disakralkan, dijaga dalam sunyi, dan hanya disentuh oleh mereka yang dipercaya.
Namun kini, ruang pusaka yang selama puluhan tahun terbungkus aura mistis itu justru perlahan disibak.
Auranya mengundang publik untuk melihat lebih dekat, bahkan memahami tidak semua yang tampak gaib harus dijelaskan dengan hal-hal tak kasat mata.
Di dalam ruangan itu, sekitar 120 koleksi pusaka berupa keris, tombak, dan jimat, tersusun rapi.
Sebagian adalah peninggalan para bupati terdahulu, sebagian lain berasal dari tokoh-tokoh bersejarah yang jejaknya masih melekat dalam ingatan Banyumas.
Kini, seluruh koleksi tersebut tidak hanya dirawat, tetapi juga didokumentasikan dengan pendekatan modern.
Baca juga: Kirab Pusaka HUT Banyumas Meriah, Bupati Sadewo Berharap Banyak Investor Datang dan Warga Sejahtera
Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian Protokol sekaligus penanggung jawab ruang pusaka Banyumas, Dwi Hana Wibawa, menjadi satu di antara sosok di balik perubahan tersebut.
"Dulu, ruangan ini sangat disakralkan dan tidak semua orang boleh masuk."
"Sekarang sudah dibuka untuk umum, tentu dengan prosedur tertentu," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (26/4/2026).
Perubahan itu bukan sekadar membuka pintu, tetapi juga mengubah cara pandang.
Di tengah cerita-cerita lama tentang keris yang bisa bergerak sendiri atau gamelan yang berbunyi tanpa ditabuh, Hana justru menghadirkan penjelasan yang lebih logis.
Menurutnya, fenomena keris bergerak bukanlah hal mistis semata.
Material logam pada keris membuatnya sensitif terhadap medan magnet.
| Duduk Perkara Lebih Bayar Bonus di RSUD Banyumas: Terima Rp2 Juta Per Bulan, Harus Kembalikan Rp13 M |
|
|---|
| Menjaga Warisan Sejak 1957, Batik Hadipriyanto Konsisten Produksi Motif Khas Banyumasan |
|
|---|
| Abdul Mu'ti Tepis Anggaran Pendidikan untuk MBG, Program Revitalisasi Sekolah Masih Jalan |
|
|---|
| Payung Shufa Pecahkan Rekor MURI di Puhua School Purwokerto, Angkat Tema Toleransi |
|
|---|
| Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat Keruk Drainase Jalan Gajah Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250426-keris-koleksi-pemkab-banyumas.jpg)