Berita Banyumas
Jangan Terkecoh Panas Terik! Hujan Masih Berpotensi Turun di Banyumas saat Sore
Masyarakat Banyumas diminta tak terkecoh dengan panas terik yang terasa saat pagi hingga siang hari karena potensi hujan masih ada.
Ringkasan Berita:
- Masyarakat Jawa Tengah, termasuk Banyumas, diminta tidak terkecoh dengan panas terik yang terasa saat pagi hingga siang hari.
- Pasalnya, hingga beberapa hari ke depan, potensi hujan bahkan disertai petir, masih mungkin terjadi terutama saat sore hari.
- Musim kemarau di Jawa Tengah dimungkinkan terjadi mulai akhir April atau awal Mei 2026.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Masyarakat Jawa Tengah diminta tak terkecoh dengan panas terik yang dirasakan pagi hingga siang hari, beberapa hari ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan masih ada hingga, terutama saat sore hari.
Prakirawan Cuaca BMKG, Noor Jannah Indriyani mengatakan, potensi hujan lebat masih mungkin terjadi di wilayah tengah hingga pesisir selatan Jawa Tengah.
"Untuk tujuh hari ke depan, meski intensitasnya menurun, potensi hujan tetap ada, terutama di wilayah Pegunungan Tengah hingga pesisir selatan," ujar Noor, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Purwokerto Kerap Dilanda Hujan dan Petir saat Sore atau Malam, Begini Penjelasan BMKG
Menurut Noor, suhu panas yang kuat di siang hari justru memicu pembentukan awan konvektif yang membawa hujan lebat, petir, dan angin kencang di sore hari.
Potensi Hujan di Banyumas
Dikutip dari laman BMKG, potensi hujan di wilayah Kabupaten Banyumas berlangsung hingga Minggu (26/4/2026).
Potensi hujan ini merata terjadi di semua kecamatan di Kota Satria meski dalam skala ringan.
Meski begitu, suhu udara diperkirakan mengalami peningkatan, 23-31 derajat Celsius.
Beberapa wilayah yang diperkirakan mengalmai suhu tinggi, hingga 31 derajat Celsius di antaranya Kecamatan Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Kalibagor, Banyumas, Patikraja, dan Sokaraja.
Baca juga: Ramai Isu El Nino Godzilla Landa Cilacap, Ini Penjelasan Resmi BMKG
Sementara, mulai Senin (27/4/2026), wilayah Banyumas diperkirakan tak lagi mengalami hujan.
BMKG memprakirakan, cuaca di Banyumas berangsur berawan sebelum menuju kemarau.
Musim Kemarau Mulai Akhir April
Noor mengatakan, musim kemarau di Jawa Tengah terjadi mulai akhir April atau awal Mei mendatang.
Meski begitu, di musim peralihan pekan ini, masyarakat diimbau tetap mewaspadia musim hujan.
"Kami imbau masyarakat tetap sedia payung atau jas hujan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada sore hari."
"Waspadai munculnya awan Cumulonimbus yang gelap dan menjulang tinggi, karena itu pertanda potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dalam waktu singkat," jelasnya. (Kompas.com/Titis Anis Fauziyah)
Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Ingatkan Potensi Hujan di Jateng Hingga Akhir April, Jangan Terkecoh Cuaca Panas".
| Lansia Somagede Banyumas Ditemukan Tewas di Bendung Gerak Sungai Serayu, Hilang Sejak Jumat |
|
|---|
| Baru Buka, KDMP Kaliori Banyumas Sudah Punya 100 Anggota. Cukup Bayar Iuran Pokok Rp50 Ribu |
|
|---|
| Hadirkan 70 Kelompok Cheering, Purwokerto Half Marathon 2026 Makin Meriah |
|
|---|
| 6000 Pelari Meriahkan Purwokerto Half Marathon 2026 |
|
|---|
| Mendoan Banyumas Diangkat dalam Film, Bidik Festival Nasional dan Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ilustrasi-cuaca-panas-liburan-pantai.jpg)