Rabu, 22 April 2026

Banyumas

Bule Amerika Tantang Diri Menari 24 Jam Nonstop di Kota Lama Banyumas

Tiga penari dari Jakarta, Madura, dan Amerika siap menari 24 jam nonstop di ajang Banyumas Ngibing 2026 pada 1-3 Mei nanti.

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
BANYUMAS NGIBING - Suasana konferensi pers Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026 yang digelar di Pendopo Si Panji, Selasa (21/4/2026). Acara ini dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Camat Banyumas Jakarta T, dan penggagas acara Riyanto. Tiga penari utama termasuk warga Amerika siap tampil selama 24 jam penuh tanpa henti. 
Ringkasan Berita:
  • Gelaran Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026 siap meriahkan kawasan Kota Lama.
  • Tiga penari utama asal Jakarta, Madura, dan Amerika akan berjoget nonstop 24 jam.
  • Tim medis disiagakan penuh mengecek stamina para penari tiap dua jam sekali.
  • Event pada 1-3 Mei 2026 ini juga diramaikan penari Belanda, Kazakhstan, dan muralis.
  • Pemkab berharap ajang nyentrik ini memantik ekonomi dan pariwisata daerah.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ambisi menjadikan kawasan Kota Lama Banyumas sebagai pusat budaya kian ditegaskan pemerintah daerah. Salah satunya melalui gelaran unik bertajuk Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026.

Kegiatan kolaboratif lintas negara ini tak sekadar menjadi tontonan pertunjukan seni semata, tetapi telah dirancang khusus menjadi ikon baru pariwisata daerah yang menghidupkan denyut ekonomi serta ruang publik berbasis tradisi.

Hal tersebut mengemuka dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Si Panji pada Selasa (21/4/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Camat Banyumas Jakarta T, dan sang penggagas acara, Riyanto.

Baca juga: Sebut Wisata Banyumas Monoton, Ketua Komisi 4 DPRD Dorong Terobosan Tiket Terusan di Baturraden

Penari mancanegara beraksi

Riyanto mengungkapkan, Banyumas Ngibing tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah sukses mendapat atensi pada edisi sebelumnya. Ia mencatat antusiasme peserta lokal maupun luar daerah pun meningkat tajam, terbukti dari banyaknya seniman yang mendaftar melalui media sosial dan pesan pribadi.

Mengusung tema besar bertajuk Keberagaman Jiwa-jiwa yang Menyatu Dengan Bumi atau Soul of Universe, acara ini akan menampilkan aksi luar biasa dari tiga penari utama yang siap tampil secara fisik selama 24 jam penuh tanpa henti. Mereka berasal dari Jakarta, Madura, dan seorang warga negara Amerika Serikat.

Tak hanya itu, nuansa internasional di Kota Lama akan semakin terasa kental dengan kehadiran penari tamu dari Kazakhstan dan Belanda. Menariknya, tahun ini juga akan ada aksi melukis mural 24 jam yang digarap oleh para seniman Banyumas, menambah warna baru dalam event budaya tersebut.

Cek kesehatan berkala

Rangkaian acara akan dimulai pada 1 Mei 2026 yang diawali dengan tradisi Tapa Bisu dan pertunjukan Lengger Pasar. Sementara puncak aksi menari nonstop baru akan berlangsung pada 2 Mei pukul 06.00 WIB dan berakhir pada 3 Mei pukul 06.00 WIB.

Menyadari beratnya tantangan fisik yang harus dihadapi para seniman, panitia menyiagakan tim paramedis di lokasi. Tim ini bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap dua jam sekali guna menjaga stamina penari.

Ikon pariwisata baru

Melihat persiapan tersebut, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai Banyumas Ngibing memiliki potensi besar mengangkat citra daerah sebagai episentrum budaya. Ia menargetkan Kecamatan Banyumas bisa dikenal luas sebagai Kota Lama yang menjadi rumah bagi berbagai ekspresi seni.

"Setiap tahun harus semakin meriah. Kita ingin Banyumas tumbuh sebagai Kota Budaya dan mendapat dukungan lebih luas," tambahnya.

Melalui konsep yang kian matang dan kolaborasi seniman lintas budaya ini, Pemkab Banyumas berharap agenda Banyumas Ngibing dapat menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM dan pariwisata lokal. (jti)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved