Senin, 4 Mei 2026

Banyumas

Tanam 4.000 Batang Cabai, Santri Ponpes Al Ijtihad Kemranjen Panen Cuan

Santri Ponpes Al Ijtihad Kemranjen, Banyumas, sukses panen 25 kuintal cabai pada Rabu (15/4/2026) berkat program pertanian terintegrasi.

Tayang:
Tribun Banyumas
SANTRI PANEN CABAI - Kepala BI Purwokerto, Christoveny, bersama Kepala Ponpes Al Ijtihad Kemranjen, Tukiran Yatmo Suwito, dan Kepala Dinas Pertanian Banyumas, Arif Sukmo Buwono, saat melakukan panen cabai program Infratani di lahan pertanian milik Ponpes Al Ijtihad, Kemranjen, Banyumas, Rabu (15/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ponpes Al Ijtihad Kemranjen membuktikan kemandirian ekonomi lewat program pertanian terintegrasi (Infratani).
  • Melibatkan santri, ponpes sukses menanam 4.000 batang cabai yang menghasilkan panen 1 kuintal per lima hari.
  • Sebanyak 95 persen hasil panen dijual ke pasar dengan harga stabil, bahkan sempat tembus Rp97 ribu per kilogram saat Lebaran.
  • BI Purwokerto dan Dinas Pertanian Banyumas mendukung penuh program ini untuk tekan inflasi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Di tengah santernya isu krisis regenerasi petani serta tantangan ketahanan pangan, sebuah pesantren di wilayah Kabupaten Banyumas justru mampu menunjukkan praktik yang menginspirasi.

Para santri di tempat ini ikut turun langsung ke kebun mengelola lahan pertanian hingga sukses menghasilkan puluhan kuintal cabai segar.

Hal ini sekaligus menjadi tanda bukti bahwa kemandirian ekonomi pondok pesantren saat ini tak lagi sekadar wacana belaka.

Baca juga: Harga Cabai, Beras dan Minyak di Purwokerto Naik Efek Apa

Keberhasilan tersebut rupanya merupakan implementasi dari program Infratani (Integrated Farming with Technology Information and Society) yang kini mulai membuahkan hasil manis.

Salah satu contoh suksesnya dapat dilihat langsung di Pondok Pesantren Al Ijtihad, Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen.

Pesantren ini mengembangkan sebuah sistem pertanian dan peternakan terintegrasi yang tidak hanya menopang roda ekonomi internal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran efektif bagi para santri.

Wujud Kemandirian Ekonomi

Kepala Ponpes Al Ijtihad Kemranjen, Tukiran Yatmo Suwito, mengatakan bahwa program tersebut menjadi sebuah langkah strategis dalam membangun fondasi kemandirian ekonomi bagi pesantren.

Berbagai sektor usaha mulai digarap secara serius, mulai dari persawahan untuk komoditas padi, peternakan domba, perikanan, hingga budidaya tanaman cabai.

"Semua ini dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi pondok pesantren. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Dinas Pertanian yang telah membantu pengembangan ini," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, usai acara panen perdana cabai di lahan pertanian milik ponpes, Rabu (15/4/2026).

Salah satu komoditas unggulan yang paling difokuskan untuk dikembangkan saat ini adalah cabai. Saat ini, Ponpes Al Ijtihad telah menanam sekitar 4.000 batang pohon cabai di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.

Angka produksi cabai di ponpes ini pun terbilang cukup tinggi, dengan total hasil panen mencapai sekitar 1 kuintal untuk setiap lima hari.

"Dalam satu siklus, panen bisa sampai 25 kali, sehingga totalnya sekitar 25 kuintal. Sebanyak 95 persen hasil panen kami jual ke pasar karena kebutuhan internal tidak terlalu besar," jelasnya merinci.

Diketahui, harga jual komoditas cabai di pasaran juga relatif stabil dan sangat menguntungkan pihak pesantren.

Terakhir, harga jualnya mencapai Rp53 ribu per kilogram, bahkan sempat menyentuh rekor Rp97 ribu per kilogram saat momentum libur Lebaran.

Libatkan Peran Santri

Tak hanya berorientasi mencari keuntungan ekonomi, pengelolaan pertanian di lingkungan pesantren ini juga menjadi bagian terpenting dari pendidikan vokasi berbasis praktik.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved