Senin, 13 April 2026

Banyumas

Curhat Pra-Musrenbang Banyumas: Siswi Buang Pil Darah dan Asap Rokok

Sejumlah elemen masyarakat membeberkan beragam kendala penanganan stunting, mulai dari remaja yang enggan minum pil tambah darah.

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
EVALUASI PENANGANAN STUNTING: Suasana diskusi Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama unsur masyarakat dan organisasi kepemudaan saat membahas evaluasi stunting dalam kegiatan Pra-Musrenbang Tematik Stunting di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (9/3/2026). Dalam forum ini, terungkap sejumlah kendala di lapangan, mulai dari siswi yang enggan meminum pil tambah darah hingga keluhan turunnya dana desa. 
Ringkasan Berita:
  • Dalam Pra-Musrenbang Tematik Stunting Banyumas, terungkap fakta di lapangan bahwa banyak siswi atau remaja putri yang enggan meminum Tablet Tambah Darah (TTD).
  • Duta Genre Banyumas juga menyoroti bahaya paparan asap rokok dari orang tua yang secara tidak langsung menjadi penyumbang faktor risiko stunting pada anak.
  • Selain masalah edukasi, turunnya alokasi dana desa juga dikeluhkan karena turut berdampak pada menurunnya semangat juang para kader posyandu di pelosok.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah elemen masyarakat dan perwakilan instansi pemerintahan mengungkapkan ide, gagasan, sekaligus keluhan di lapangan dalam Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas, Senin (9/3/2026).

Beberapa isu nyata yang disampaikan antara lain kurangnya sosialisasi dan dukungan kesadaran masyarakat di level bawah terhadap program penurunan stunting.

Enggan Minum Pil

Baca juga: Tekan Stunting, Pemkab Banyumas Kebut Program RTLH dan Sanitasi

Peserta sekaligus Duta Genre Banyumas Putra 2024-2025, Rapid Bena Matin mengatakan, kelompok remaja menjadi salah satu segmen intervensi pencegahan stunting yang paling susah diedukasi.

Ia mencontohkan, banyak pelajar perempuan di sekolah yang mendapat jatah Tablet Tambah Darah (TTD) dari pemerintah, namun memilih untuk mengabaikannya. Banyak dari mereka yang tidak meminumnya; pil tersebut hanya diletakkan di bawah laci meja kelas atau dibawa pulang tetapi tak pernah dikonsumsi.

"Sehingga saya menilai, dari instansi yang terkait perlu hadir langsung untuk sosialisasi kepada remaja-remaja tentang pentingnya pil tambah darah ini," katanya menyarankan.

Bahaya Asap Rokok

Rapid menambahkan, penting juga diedukasikan kepada masyarakat luas jika salah satu faktor penyebab stunting pada anak di antaranya adalah paparan asap rokok dari lingkungan keluarga.

Hal ini perlu digencarkan, sehingga baik di rumah maupun di tempat publik yang padat orang, perokok memiliki kesadaran untuk tidak mengepulkan asapnya sembarangan.

"Walaupun indikasinya tidak banyak, paparan asap rokok penyumbang stunting. Ini harus disosialisasikan, terutama kepada orang tua yang perokok," ungkapnya tegas.

Dana Desa Turun

Keluhan berbeda datang dari peserta lain yang juga menjabat sebagai Kasi Permas Kecamatan Patikraja, Siti Nasirotul Mufidah. Ia mengungkapkan, belakangan ini banyak desa mengeluhkan penurunan alokasi dana desa yang berimbas langsung kepada program penanganan stunting.

Kondisi tersebut tak dimungkiri turut menurunkan semangat juang para kader posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak kesehatan di tingkat desa.

"Kemarin kami koordinasi, mengharapkan biar kader posyandu tetap semangat walaupun dana desanya kurang," ujarnya menceritakan kondisi di wilayahnya.

Tampung Semua Aspirasi

Siti juga berharap, dalam penanganan gizi anak dan stunting ke depannya, kaum bapak di lingkungan RT agar lebih dilibatkan secara aktif, bukan hanya membebankan pada ibu-ibu saja.

"Jadi bagaimana bapak-bapak RT ini dilibatkan agar jadi tim yang solid," pintanya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas, Dani Esti Novia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi peran serta dan keberanian masyarakat dalam mengungkap kendala di lapangan. Menurutnya, semua saran akan ditampung dan diwadahi dengan baik.

"Kami akan monitoring dan membuat pedoman evaluasi yang terarah, insyaallah akan lebih baik," katanya merespons keluhan warga. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved