Sabtu, 11 April 2026

Banyumas

Tekan Angka Stunting, Pemkab Banyumas Gandeng Tanoto Foundation

Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Pra-Musrenbang Tematik Stunting di Pendopo Si Panji, Senin (9/3), dengan fokus utama penguatan SDM

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
MUSYAWARAH STUNTINGi: Suasana pelaksanaan kegiatan Pra-Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Tematik Stunting di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya penguatan SDM dan perubahan perilaku dalam mencegah stunting. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Banyumas menggelar Pra-Musrenbang Tematik Stunting guna menekan angka prevalensi stunting melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
  • Berdasarkan data Kemenkes 2025, angka stunting di Banyumas masih berada di kisaran 19,6 persen, sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektoral.
  • Tanoto Foundation selaku mitra filantropi menyatakan komitmennya untuk membantu pengentasan stunting di Banyumas melalui pendekatan perubahan perilaku warga.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyelenggarakan kegiatan Pra-Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Tematik Stunting di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut secara khusus menekankan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar utama untuk pencegahan dan penanggulangan stunting.

Peserta yang hadir meliputi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pemangku kepentingan (stakeholder), organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga lembaga filantropi seperti Tanoto Foundation.

Baca juga: Angka Stunting Banyumas Masih Tinggi, Pemkab dan Tanoto Foundation Lanjutkan Kolaborasi

Tekan Angka Stunting

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, Pra-Musrenbang ini menjadi upaya strategis agar angka stunting bisa terus ditekan secara signifikan di Kabupaten Banyumas.

Ia mengakui, tahun ini memang sudah ada tren penurunan angka stunting, tetapi secara persentase angkanya masih tergolong cukup tinggi.

"Stunting ini bukan hal yang bisa ditangani secara ujug-ujug (tiba-tiba). Itu menyangkut kebersihan, sanitasi, dan jambanisasi. Harapan saya, kegiatan ini akan memunculkan ide-ide yang bisa dilakukan pada Musrenbang 2027," ujarnya usai membuka kegiatan secara resmi.

Pada kesempatan strategis tersebut, Sadewo juga menyerahkan piagam penghargaan kepada desa dan kecamatan yang berprestasi menekan angka stunting. Penghargaan serupa turut diberikan kepada lembaga swasta dan filantropi yang berkontribusi, salah satunya Tanoto Foundation.

"Tanoto Foundation cukup intens membantu. Tahun ini juga akan membantu penanganan stunting, mereka termasuk yayasan yang sangat aktif," jelasnya mengapresiasi.

Fokus Penguatan SDM

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan mengatakan, semua pihak harus mengakui bahwa meski ada penurunan, angka stunting di Banyumas masih masuk dalam kategori tinggi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pada 2025 angka stunting Kabupaten Banyumas tercatat di angka 19,6 persen, turun dari tahun 2024 yang sempat mencapai 20,9 persen.

Sedangkan berdasarkan data internal pengukuran posyandu se-Kabupaten Banyumas, pada 2025 angka stunting menyentuh 13,64 persen, turun dari tahun 2024 yang mencapai 14,52 persen.

"Hasil survei Kemenkes sekitar 19 persen, yakni sekitar 98 ribu sampai 99 ribu anak. Itu jumlah yang cukup besar sebenarnya," katanya memaparkan data.

Dedy menegaskan perlunya kolaborasi seluruh pihak untuk mempercepat penurunan angka stunting. Berbagai usulan yang masuk menyoroti pembangunan fisik seperti jambanisasi dan penyediaan air bersih, serta sosialisasi yang harus digencarkan sejak usia remaja.

"Di samping berbicara stunting, kita juga berbicara SDM yang ditargetkan tahun 2045 harus berdaya saing. Sehingga sejak usia dini, masalah stunting harus menjadi perhatian utama," ungkapnya.

Ubah Perilaku Warga

Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Anang Ainur Roziqin mengungkapkan rasa terima kasih atas kolaborasi apik dalam penanganan stunting antara Tanoto Foundation dan Pemkab Banyumas yang telah terjalin sejak 2021.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved