Minggu, 26 April 2026

Stunting di Banyumas

Angka Stunting Banyumas Masih Tinggi, Pemkab dan Tanoto Foundation Lanjutkan Kolaborasi

Prevalensi stunting di Banyumas tercatat sebesar 19,6 persen, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Tengah.

PEMKAB BANYUMAS
KOLABORASI ATASI STUNTING: Suasana pertemuan antara jajaran Tanoto Foundation dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas di Ruang Joko Kaiman, Purwokerto, Kamis (21/8/2025). Dalam pertemuan ini, disepakati perpanjangan kerja sama antara kedua pihak hingga 2028 untuk mempercepat penurunan angka stunting di Banyumas. (ISTIMEWA/DOK. PEMKAB BANYUMAS) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Angka stunting di Kabupaten Banyumas yang masih tercatat sebesar 19,6 persen—lebih tinggi dari rata-rata provinsi—menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sebagai upaya percepatan penanganan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas resmi memperpanjang kolaborasi dengan Tanoto Foundation hingga tahun 2028 mendatang.

Kesepakatan ini diumumkan dalam pertemuan antara jajaran kedua belah pihak di Ruang Joko Kaiman, Purwokerto, Kamis (21/8/2025).

Baca juga: Empat Desa di Banyumas Berhasil Turunkan Angka Stunting, 3 Kecamatan Masih Jadi Sorotan

Tiga Fokus Utama Kolaborasi 

Regional Lead Wilayah Jawa Tanoto Foundation, Anang Ainur Rozikin, mengatakan, kerja sama yang telah dimulai sejak 2022 ini akan difokuskan pada tiga aspek utama untuk tiga tahun ke depan.

  1. Peningkatan Kapasitas SDM: Melatih para tokoh masyarakat agar mampu memberikan sosialisasi dan edukasi yang masif mengenai pentingnya pencegahan stunting.
  2. Efektivitas Anggaran: Mendampingi Pemkab Banyumas dalam menyusun perencanaan agar alokasi dana stunting yang sudah tinggi dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
  3. Penguatan Data Desa: Memperbaiki sistem pengelolaan data stunting di tingkat desa agar menjadi dasar yang akurat untuk merancang program-program strategis.

Bupati Dorong Gerakan Orang Tua Asuh 

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut baik kelanjutan kerja sama ini.

Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas nasional yang harus dikawal bersama.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan gerakan lokal "Genting" (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang telah diinisiasi oleh Pemkab.

"Penting melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah, swasta, hingga individu untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting. Ini tentang kepedulian dan keterlibatan aktif," ujar Sadewo.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan ini, diharapkan angka stunting di Banyumas bisa ditekan secara signifikan dalam tiga tahun ke depan.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved