Jumat, 24 April 2026

Berita Banyumas

Perputaran Uang Snack MBG Bisa Capai Rp800 Juta Per Kecamatan, Bupati Banyumas Ingin UMKM Terlibat

Perputaran uang untuk jajanan MBG di Banyumas diperkirakan mencapai Rp800 juta per kecamatan. Bupati Sadewo ingin UMKM lokal dilibatkan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
BERI KETERANGAN - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi keterangan kepada wartawan seusai meluncurkan program produk UMKM masuk Alfamart, Selasa (23/9/2025). Sadewo ingin UMKM kuliner Banyumas terlibat dalam program MBG yang memiliki perputaran uang hingga Rp800 juta per bulan di satu kecamatan. 

Ringkasan Berita:
  • Perputaran uang MBG dari makanan kecil atau snack di Banyumas diperkirakan mencapai Rp800 juta per bulan di setiap kecamatan.
  • Bupati Sadewo berharap, peluang ini ditangkap UMKM kuliner masuk sebagai pemasok MBG.
  • Sadewo tak mau, peluang ini ditangkap penyedia makanan dari luar wilayah.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Perputaran uang kudapan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyumas mencapai Rp800 juta per bulan di satu kecamatan.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono berharap, besarnya anggaran tersebut dapat ditangkap pelaku UMKM kuliner menjadi peluang.

Itu sebabnya, Sadewo juga meminta SPPG sebagai pengelola MBG tidak membeli makanan pabrikan dari luar wilayah.

"Kita tidak mau uangnya lari keluar, supaya dimanfaatkan ibu-ibu PKK," katanya saat memberi sambutan dalam pelatihan keamanan pangan bagi pelaku UMKM Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Dapat Pelatihan Soal Standar Gizi Pangan, Wahyuti Berharap UMKM Pangan Banyumas Bisa Pasok MBG

Sadewo mengatakan, angka Rp800 juta itu dihitung dari nilai paket kudapan seharga Rp10 ribu per pekan.

Jika satu dapur MBG melayani 2.000 penerima manfaat maka perputaran uang dalam satu pekan bisa mencapai Rp20 juta.

Kalau di satu kecamatan terdapat 10 dapur MBG maka perputaran uang mencapai Rp200 juta per pekan.

Dalam satu bulan, nilainya bisa mencapai Rp800 juta.

"Dalam satu tahun, berapa?"

"Jangan sampai ditangkap penyedia makanan dari luar wilayah," ujarnya.

Untuk menjaga kualitas makanan, pemerintah akan melibatkan koki profesional. 

Menu yang disiapkan sekitar enam hingga tujuh jenis makanan kering sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) serta memiliki cita rasa baik.

Menurut Sadewo, peluang ekonomi tersebut sangat besar dan harus dimanfaatkan pelaku UMKM, khususnya kaum ibu, dengan menyesuaikan produk sesuai standar keamanan pangan dan pemenuhan gizi.

"Saya harap, bisa menjadi penyambung informasi atau mendorong home industri potensial."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved