Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banyumas

Banjir Bandang Terjang Tempat Wisata, Komisi 4 DPRD Banyumas Desak Dinas Terkait Lakukan Mitigasi

Anggota Komisi 4 DPRD Banyumas meminta Dinas Pariwisata dan BPBD melakukan mitigasi bencana di tempat-tempat wisata alam.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Henry Christianto
KONDISI BATURRADEN - Anggota Komisi 4 DPRD Banyumas Henry Chrsitianto mengecek kondisi Lokawisata Baturraden dan dan Curug Pinang, Minggu (25/1/2026). Henry ingin memastikan kondisi tempat wisata milik Pemkab Banyumas itu pascabanjir bandang dari lereng Gunung Slamet pada Sabtu (24/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi 4 DPRD Banyumas mengecek langsung kondisi Lokawisata Baturraden dan Curug Pinang pascabanjir bandang Gunung Slamet.
  • Dia memperkirakan, penutupan tempat wisata air akan berlangsung hingga sepekan.
  • Dia berharap, Dinas Pariwisata, BPBD, serta pengelola objek wisata alam melakukan mitigasi untuk mengantisipasi saat terjadi bencana alam.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Anggota Komisi 4 DPRD Banyumas Komisi Henry Christianto meminta Dinas Pariwisata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pengelolal tempat-tempat wisata alam di Kota Satria segera melakukan mitigasi risiko bencana.

Langkah ini perlu diambil untuk mengantisipasi bencana alam, seperti banjir bandang dari Gunung Slamet, Sabtu (25/1/2026).

Mitigasi bencana tak hanya dimaksudkan untuk meminimalkan kerusakan tetapi juga memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung.

Terkait banjir bandang tersebut, Minggu (25/1/2026), Henry terjun langsung mengecek kondisi tempat wisata air Lokawisata Baturraden dan Curug Pinang. 

Di Lokawisata Baturraden, katanya, aktivitas wisata masih berjalan namun tidak di sektor wisata air karena kerusakan yang terjadi cukup parah.

"Lokawisata memang tidak terlalu berdampak dari segi kegiatan umum." 

"Tapi, wahana wisata air di lokasi terdampak, banyak yang rusak."

"Pasirnya luar biasa banyak," kata Henry kepada Tribunbanyumas.com, Minggu.

Baca juga: Telaga Sunyi Hingga Curug Cipendok Banyumas Tutup Akibat Banjir Bandang dari Gunung Slamet

Menurutnya, pihak pengelola, pedagang, dan pekerja wisata mulai melakukan pembersihan bersama. 

Namun, kerusakan pada sistem pengairan cukup serius karena pipa-pipa air dilaporkan rusak akibat hantaman banjir.

"Kalau pipa-pipa air itu rusak semua, yang berkaitan dengan pengairan, rusak semua."

"Sekarang juga masih proses pembersihan kayu-kayu, pohon tumbang yang terbawa arus," ujarnya.

Sementara, kondisi di Curug Pinang harus tutup total.

Pasalnya, beberapa titik area wisata tertimbun pasir dalam jumlah besar sehingga tidak bisa digunakan untuk wisata sama sekali.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved