Minggu, 10 Mei 2026

Berita Banyumas

Membaca Babad Banyumas Lewat Lukisan Karya 30 Seniman, Dipamerkan Gratis di Aula Hetero Space

Pemkab Banyumas punya cara sendiri mengenalkan sejarah di tengah menurunnya minat baca terhadap karya sastra klasik, di antaranya lewat lukisan.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PEMKAB BANYUMAS
PAMERAN LUKISAN - Suasana Pameran lukisan bertema Babad Banyumas dalam tajuk acara "Sastra Rupa" di Aula Hetero Space, Kamis (23/10/2025). Pameran ini menampilkan karya 30 perupa lokal Banyumas yang menginterpretasikan kisah Babad Banyumas dalam bentuk visual. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas punya cara tersendiri mengenalkan sejarah lahirnya Kabupaten Banyumas di tengah menurunnya minat baca terhadap karya sastra klasik.

Menggandeng 30 perupa lokal, Pemkab Banyumas mengajak masyarakat mengenal sejarah daerah lewat karya lukisan.

Hasil karya para pelukis Banyumas itu dipamerkan dalam 'Sastra Rupa Babad Banyumas' di Aula Hetero Space Purwokerto, 22-26 Oktober 2025.

Setiap lukisan menggambarkan berbagai episode penting dari sejarah lahirnya Kabupaten Banyumas, mulai dari legenda pendirinya hingga dinamika sosial masyarakat masa lampau.

Baca juga: Punya Ratusan Naskah, Babad Banyumas Diusulkan Jadi MoW

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi inisiatif seniman yang menghidupkan kembali kisah sejarah daerah melalui seni rupa.

"Seni rupa punya kekuatan tersendiri menyampaikan pesan sejarah secara visual, menyentuh emosi, dan menginspirasi siapa pun yang melihatnya."

"Lewat cara ini, sejarah tidak hanya dibaca tetapi juga dirasakan," ungkap Sadewo saat membuka pameran, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, menerjemahkan teks sejarah Banyumas ke dalam bentuk lukisan adalah langkah kreatif yang relevan dengan zaman. 

Ia pun mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk datang menikmati pameran ini sebagai bagian dari upaya mengenal jati diri dan mencintai tanah kelahiran.

Apalagi, pameran ini dibuka secara gratis.

"Banyumas punya banyak budaya yang indah."

"Namun, semua itu akan hilang bila tidak kita rawat bersama."

"Pameran ini menjadi momentum penting untuk menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya lokal," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas Dodit Bambang Widodo menegaskan, Sastra Rupa bukan sekadar pameran seni tetapi juga sarana edukasi sejarah.

"Acara ini tidak hanya menampilkan karya seni tapi juga menjadi media pembelajaran tentang Babad Banyumas, yaitu kisah lahirnya Kabupaten Banyumas," jelasnya.

Baca juga: Mengulik Cikal Bakal Banyumas Raya Lewat Bedah Buku Babad Wirasaba

Dodit menambahkan, pihaknya telah mengusulkan agar nantinya, karya lukis para seniman itu nantinya dipajang di area Kecamatan Banyumas, terutama kawasan Kota Lama.

Dengan begitu, wisatawan bisa menelusuri jejak sejarah Banyumas lewat visualisasi lukisan.

"Semoga bisa terealisasi."

"Ini akan menjadi daya tarik wisata sejarah yang edukatif," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved