Sabtu, 11 April 2026

Berita Banyumas

Serius Jadi Pusat Perekonomian Jateng, Banyumas Mulai Rencanakan Pembangunan Berbasis Data

Pemkab Banyumas menjadi pusat perekonomian terpadu. Perencanaan pembangunan pun berbasis data dan analisis terintegrasi.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK PEMKAB BANYUMAS
PELATIHAN CIP - Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie membuka pelingkupan dan pelatihan awal Capital Investment Planning (CIP) sebagai bagian dari Program National Urban Development Project (NUDP) di Hall Elsotel Hotel Purwokerto, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini adalah tahapan awal dari proses perencanaan pembangunan berbasis data dan analisis spasial yang terintegrasi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai melangkah dalam tahap penting menuju pembangunan kota yang lebih terencana dan terintegrasi. 

Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan pelingkupan dan pelatihan awal Capital Investment Planning (CIP) sebagai bagian dari Program National Urban Development Project (NUDP).

Acara dibuka langsung Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie, di Hall Elsotel Hotel Purwokerto, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini merupakan tahapan awal dari proses perencanaan pembangunan berbasis data dan analisis spasial yang terintegrasi. 

CIP berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan investasi infrastruktur agar pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan secara lebih objektif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut dijelaskan, CIP membantu pemerintah daerah dalam menilai dan memutuskan proyek infrastruktur prioritas melalui identifikasi kebutuhan fisik dan sosial, penentuan area strategis intervensi, serta analisis dampak sosial, lingkungan, ekonomi, dan keuangan.

Baca juga: Banyumas Bakal Jadi Pusat Ekonomi dan Pendidikan Baru di Jateng, Ini 3 Wilayah yang Jadi Kandidat

Hasil dari seluruh proses itu akan dikompilasi menjadi dokumen penting bernama Rencana Investasi Infrastruktur Prioritas (RIIP).

Dokumen ini merupakan panduan konkret bagi pemerintah daerah dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur jangka menengah dan panjang.

Kasubdit Perhubungan Direktorat SUPD II, R Suryo Putro Nurhanto menyampaikan, kegiatan pelingkupan dan pelatihan awal ini bertujuan memperkenalkan kerangka kerja CIP kepada jajaran pejabat dan Kelompok Kerja (Pokja) CIP di Kabupaten Banyumas sebagai daerah percontohan.

"Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan agar Pokja CIP memahami secara utuh kerangka kerja, sekaligus melakukan simulasi tahapan awal yang berkaitan dengan profil kondisi, permasalahan infrastruktur, serta kebutuhan data," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Materi yang disampaikan mencakup sembilan aspek utama, yaitu:

  1. Pengantar kerangka CIP dan integrasinya dalam penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah (Dokrenda).
  2. Pelingkupan kebutuhan data, potensi ketersediaan, dan identifikasi gap data.
  3. Analisis kondisi dan permasalahan infrastruktur kota secara spasial.
  4. Indikasi kebutuhan infrastruktur berbasis data spasial.
  5. Proses prioritisasi proyek di dalam aplikasi CIP.
  6. Analisis dampak sosial, lingkungan, dan risiko kebencanaan akibat pembangunan.
  7. Analisis dampak ekonomi dari setiap proyek.
  8. Kajian dampak terhadap anggaran, menggunakan Budget Impact Simulator (BIS) dan Budget Fit.
  9. Pengenalan dan simulasi aplikasi CIP NUDP yang akan digunakan dalam perencanaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie dalam sambutannya menegaskan, sistem CIP merupakan instrumen penting menerjemahkan visi pembangunan daerah menjadi rencana aksi nyata yang terukur dan berdampak.

"Di dalam CIP, visi dan misi pembangunan daerah diterjemahkan menjadi rencana investasi infrastruktur prioritas yang lengkap dengan estimasi biaya, sumber pembiayaan, dan tahapan pelaksanaannya," ujarnya.

Baca juga: Menuju Sekda Terbaik di Indonesia, Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Bawakan Presentasi Bawor Metal

Ia menambahkan, dengan sistem perencanaan yang terintegrasi seperti CIP, kompleksitas pembangunan dapat diformulasikan menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana, sistematis, dan mudah diimplementasikan di lapangan.

"Melalui CIP, kita dapat menentukan proyek-proyek prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan," lanjutnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved