Kamis, 11 Juni 2026

Berita Cilacap

Bunga Kamboja di Adipala Cilacap Bakal Punya Nilai Jual Tinggi, Diolah Menjadi Parfum

Bunga kamboja yang ditemukan berlimpah di Adipala kini akan diolah menjadi parfum. Anggota KWT Adipala pun telah dibekali keterampilan itu.

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
PARFUM BUNGA KAMBOJA - Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Adipala Cilacap mendapat pelatihan membuat parfum dari bunga kamboja di Balai Desa Adipala, Rabu (10/6/2026). Di Adipala, bunga kamboja berlimpah dan belum dimanfaatkan warga sebagai bahan bernilai jual. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Aroma harum bunga kamboja yang selama ini tumbuh melimpah di lingkungan warga Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini dilirik sebagai sumber ekonomi baru.

Melalui pelatihan yang digelar PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, ibu-ibu di Adipala yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), dilatih mengekstrak aroma harum bunga kamboja menjadi parfum atau minyak wangi.

Pelatihan ini digelar di Balai Desa Adipala, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan ini pun disambut antusias puluhan anggota KWT.

Apalagi, mereka bisa mengeksplorasi potensi lokal memiliki nilai jual.

"Alhamdulillah kami mendapatkan pelatihan pembuatan parfum dari bunga kamboja dan ini menjadi peluang yang baik karena bahan bakunya melimpah di wilayah kami," kata Ketua KWT Pos 6, Ani.

Baca juga: Sidang TPPU Guz Yazid: Ada Catatan Alokasi Uang ke Ketua DPRD Cilacap, Saksi Tak Tahu Realisasinya

Menurutnya, selama ini, bunga kamboja di Adipala  dimanfaatkan dalam skala terbatas, misalnya untuk bahan teh maupun disetorkan kepada pihak lain yang memproduksi parfum, sehingga masyarakat belum memperoleh nilai tambah secara langsung.

"Sehingga, kami berharap, setelah pelatihan ini, anggota KWT bisa mempraktikkan sendiri dan mengembangkannya menjadi usaha," katanya.

Ani berharap, keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan mampu diwujudkan menjadi produk yang dapat dipasarkan dan meningkatkan pendapatan keluarga.

"Insyaallah, nanti bisa diproduksi dan dijual sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi anggota KWT dan masyarakat sekitar," ucapnya.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berkelanjutan melalui inovasi parfum organik berbahan bunga kamboja.

Dorong Lahirnya Produk Unggulan Daerah

Srikandi PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, Andiani Kuswardhany menjelaskan, pemilihan bunga kamboja didasarkan pada ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah Adipala.

Selain itu, bunga Kamboja juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

"Kamboja merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Adipala sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat," kata Andiani.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved