Berita Cilacap
Bunga Kamboja di Adipala Cilacap Bakal Punya Nilai Jual Tinggi, Diolah Menjadi Parfum
Bunga kamboja yang ditemukan berlimpah di Adipala kini akan diolah menjadi parfum. Anggota KWT Adipala pun telah dibekali keterampilan itu.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Kelompok Wanita Tani Adipala Cilacap dilatih mengolah bunga kamboja menjadi parfum atau minyak wangi.
- Di Adipala, bunga kamboja bisa ditemukan berlimpah dan selama ini belum diolah menjadi bahan bernilai jual tinggi.
- Pelatihan pembuatan parfum dari bunga kamboja ini digelar PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Aroma harum bunga kamboja yang selama ini tumbuh melimpah di lingkungan warga Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini dilirik sebagai sumber ekonomi baru.
Melalui pelatihan yang digelar PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, ibu-ibu di Adipala yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), dilatih mengekstrak aroma harum bunga kamboja menjadi parfum atau minyak wangi.
Pelatihan ini digelar di Balai Desa Adipala, Rabu (10/6/2026).
Pelatihan ini pun disambut antusias puluhan anggota KWT.
Apalagi, mereka bisa mengeksplorasi potensi lokal memiliki nilai jual.
"Alhamdulillah kami mendapatkan pelatihan pembuatan parfum dari bunga kamboja dan ini menjadi peluang yang baik karena bahan bakunya melimpah di wilayah kami," kata Ketua KWT Pos 6, Ani.
Baca juga: Sidang TPPU Guz Yazid: Ada Catatan Alokasi Uang ke Ketua DPRD Cilacap, Saksi Tak Tahu Realisasinya
Menurutnya, selama ini, bunga kamboja di Adipala dimanfaatkan dalam skala terbatas, misalnya untuk bahan teh maupun disetorkan kepada pihak lain yang memproduksi parfum, sehingga masyarakat belum memperoleh nilai tambah secara langsung.
"Sehingga, kami berharap, setelah pelatihan ini, anggota KWT bisa mempraktikkan sendiri dan mengembangkannya menjadi usaha," katanya.
Ani berharap, keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan mampu diwujudkan menjadi produk yang dapat dipasarkan dan meningkatkan pendapatan keluarga.
"Insyaallah, nanti bisa diproduksi dan dijual sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi anggota KWT dan masyarakat sekitar," ucapnya.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berkelanjutan melalui inovasi parfum organik berbahan bunga kamboja.
Dorong Lahirnya Produk Unggulan Daerah
Srikandi PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, Andiani Kuswardhany menjelaskan, pemilihan bunga kamboja didasarkan pada ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah Adipala.
Selain itu, bunga Kamboja juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
"Kamboja merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Adipala sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat," kata Andiani.
| Dua Ruko di Bantarsari Cilacap Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar |
|
|---|
| Kasus Korupsi TPPU Cilacap, Gus Yazid Seret Nama Lain Agar Diperiksa |
|
|---|
| Ditinggal Mengambil Kayu Bakar, Tempat Pengasapan Kelapa Kopra di Gandrungmangu Hangus Dilalap Api |
|
|---|
| Enam Wisatawan Terseret Ombak di Cilacap, Dua Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Perampok di Cimanggung Cilacap Dibekuk Polisi: Beraksi di 6 Lokasi, Sasar Lansia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260610-pelatihan-membuat-parfum-atau-minyak-wangi-dari-bunga-kamboja-di-adipala-cilacap.jpg)