Berita Cilacap
Padukan Barzanji, Calung, dan Wayang, Warga Bendagede Cilacap Rawat Tradisi Lewat Pertunjukan Seni
Warga Dusun Bendagede Cilacap merawat budaya dengan mengolaborasikan pembacaan kitab Barzanji, caluh, hadrah, dan wayang dalam pertunjukan.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Warga Dusun Bendagede Cilacap bergotong-royong merawat tradisi.
- Lewat pertunjukan Sang Nabi: Musikalitas Barzanji dan Wayang Santri, mereka mengolaborasikan pembacaan kitab Barzanji, calung, hadrah, dan wayang dalam sebuah pertunjukan.
- Persiapan pertunjukan ini pun terus dilakukan dengan menggandeng seniman-seniman ternama.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di tengah suasana religius Dusun Bendagede, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, warga lintas generasi bergotong royong merawat tradisi.
Mereka mengolaborasikan pembacaan kitab Barzanji, calung, hadrah, dan wayang dalam pertunjukan bertajuk "Sang Nabi: Musikalisasi Barzanji & Wayang Santri".
Kelompok perempuan Fatayat Anak Ranting NU Dusun Bendagede dipercaya menjadi sinden, sementara para kiai dan ulama pengasuh langgar melantunkan Barzanji bersama santri dan remaja yang turut memainkan wayang serta musik pengiring dalam pentas berbasis komunitas warga tersebut.
Produser Musikalisasi Barzanji dan Wayang Santri, Muhammad Kharis mengatakan, seluruh elemen pertunjukan dirangkai melalui narasi perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari rawi dalam kitab Barzanji.
"Kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara tradisi pesantren, seni rakyat, dan ekspresi warga dalam satu panggung yang hidup," ujar Kharis.
Baca juga: 50 Ekor Sapi Impor dari Australia Akan Berlabuh di Cilacap
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan 2026 yang didukung Kementerian Kebudayaan, Danainonesiaraya, dan LPDP.
"Saat ini, kami tengah menyelesaikan tahap pertama kegiatan dan latihan sudah dimulai sejak Februari lalu," kata Kharis.
Suasana latihan di Bendagede, Minggu (24/5/2025), tidak sekadar menjadi ruang persiapan pementasan, melainkan berkembang menjadi workshop terbuka yang mempertemukan warga dengan para seniman dan akademisi dari berbagai disiplin seni.
Pelatih vokal sinden sekaligus akademisi etnomusikologi, Riski Dwi Kemala mendampingi kelompok perempuan warga untuk mengolah vokal tradisi yang berpadu dengan nuansa religius khas pedesaan.
Sementara itu, kombinasi calung dan hadrah yang dimainkan para santri serta remaja dilatih oleh tokoh penayagan Banyumas dari Sanggar Ngudi Luwesing Salira, Suchedi.
"Di balik layar juga ada keterlibatan para perupa yang membuat wayang sadat hingga merancang aset visual dan karakter pertunjukan," ungkap Kharis.
Perupa Nizar Zulmi Sapta disebut bertanggung jawab membuat wayang sadat, sedangkan Rida Purnama Sari merancang elemen visual serta font karakter yang memperkuat identitas artistik pertunjukan tersebut.
Baca juga: 20 Pelaku Curanmor di Cilacap Dibekuk, Beraksi di 10 Tempat Sepanjang Maret-Mei 2026
Sutradara pertunjukan, Abdul Aziz Rasjid mengatakan, kisah dalam pementasan akan mengikuti perjalanan rohani dua tokoh imajiner bernama Amongrasa dan Amongraga.
"Keduanya adalah santri kelana yang menjalani perjalanan spiritual dan bertemu berbagai tokoh, makhluk dongeng, hingga wali dalam pengembaraan yang sarat makna," ujar Aziz.
| 20 Pelaku Curanmor di Cilacap Dibekuk, Beraksi di 10 Tempat Sepanjang Maret-Mei 2026 |
|
|---|
| 4 Dusun di Dayeuhluhur Cilacap Dikepung Tanah Gerak, 35 Rumah Ada di Bawah Retakan Mahkota Longsor |
|
|---|
| Pemkab Cilacap Bidik Pariwisata Berkelanjutan dan Wisata Syariah |
|
|---|
| Hiu Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Pagubugan Cilacap, Ini Dugaan Penyebabnya |
|
|---|
| Hilang Hampir Sepekan, Pemuda Binangun Cilacap Ditemukan Selamat di Gubuk Kawasan Hutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260524-wayang-santri-cilacap.jpg)