Berita Banjarnegara
Tukang Sembelih di Banjarnegara Bikin Ormas, Bermula Resah soal Kehalalan Daging di Pasaran
gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat mengenai kehalalan produk daging yang beredar
Terakhir, prinsip "Asuh" wajib diterapkan agar daging yang dihasilkan benar-benar higienis, halal, dan aman dikonsumsi.
Wakhid Jumali juga mengingatkan bahwa dari ujung bilah pisau para penyembelih inilah status daging ditentukan apakah akan menjadi hidangan yang halal dan berkah, atau justru menjadi bangkai yang haram.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Adi menyatakan jika DPPKP Banjarnegara menyambut baik wacana pembentukan kader Juleha hingga ke tingkat RT atau takmir masjid di setiap desa.
Ke depan, program bimbingan teknis diharapkan dapat didelegasikan ke tingkat desa agar setiap wilayah memiliki petugas penyembelihan yang terlatih secara mandiri.
Kemeriahan Apel Akbar dan Juleha Fest ini juga dilengkapi dengan serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif. Para peserta dan masyarakat yang hadir disuguhi demonstrasi penyembelihan kambing yang dilanjutkan dengan teknik boning atau pengulitan hingga pemisahan tulang secara profesional.
Ada pula peragaan metode merobohkan sapi secara humanis dan berperikehewanan tanpa menyakiti fisik hewan.
Tidak kalah penting, panitia menyelenggarakan edukasi pemeriksaan post-mortem (setelah disembelih) dan ante-mortem (sebelum disembelih) untuk mendeteksi kesehatan daging dan organ dalam, seperti hati, agar layak konsumsi manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Penyembelihan-sapi-banjarnegara.jpg)