Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Banyumas

Jual LPG Lebih Murah, KDMP Banyumas Takut Benturan dengan Warung Kecil

di balik kesiapan tersebut, muncul kekhawatiran soal potensi benturan dengan pedagang kecil akibat perbedaan harga

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
KDMP BANYUMAS - Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Infanteri Lukman Hakim bersama Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat melepas distribusi Pickup Mahindra di Kodim 0701 Banyumas, Rabu (6/5/2026). Sebanyak 30 unit mobil pick up Mahindra 4x4 resmi dilepas dan didistribusikan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 


Selama ini, gas LPG di tingkat pengecer dijual dengan harga yang bisa mencapai sekitar Rp20 ribu. 


Sementara di KDMP, misalkan harga diperkirakan berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000.


Perbedaan harga ini dinilai berpotensi memicu ketimpangan di pasar apabila tidak diatur dengan baik.


"Kendala besar belum ada, tetapi kami sudah memikirkan potensi benturan dengan pedagang sekitar, terutama dalam hal harga yang bersaing," ujarnya.


Sebagai langkah antisipasi, KDMP Kaliori tidak akan langsung menjual gas kepada masyarakat. 


Sebaliknya, koperasi akan berperan sebagai pemasok atau agen bagi warung-warung kecil.


"Untuk gas, rencananya tidak langsung ke masyarakat, tetapi melalui warung-warung kecil sebagai pengecer. 


Jadi KDMP berperan seperti agen," jelasnya.


Dengan skema tersebut, diharapkan harga di tingkat pengecer bisa lebih seragam dan tidak menimbulkan kesenjangan yang merugikan pedagang kecil.


Selain itu, KDMP Kaliori juga membuka peluang sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 


Produk-produk BUMDes nantinya dapat dipasarkan melalui koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.


"Produk BUMDes bisa masuk ke koperasi, sekaligus untuk pemasarannya," tambah Dino.


Meski demikian, ia menegaskan pentingnya pengaturan harga yang bijak agar kehadiran KDMP tidak justru menekan pelaku usaha kecil yang sudah lebih dulu ada.


"Kalau selisih harga terlalu jauh, dikhawatirkan warung-warung kecil akan terdampak. 


Ini yang perlu diatur agar tidak menimbulkan gejolak," tutupnya. (jti) 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved