Berita Banyumas
Jual LPG Lebih Murah, KDMP Banyumas Takut Benturan dengan Warung Kecil
di balik kesiapan tersebut, muncul kekhawatiran soal potensi benturan dengan pedagang kecil akibat perbedaan harga
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, menjadi yang pertama menyatakan kesiapan dari sisi infrastruktur.
Namun, di balik kesiapan tersebut, muncul kekhawatiran soal potensi benturan dengan pedagang kecil akibat perbedaan harga.
Kepala Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor Dino Sudjanto, mengungkapkan seluruh pembangunan fasilitas KDMP di desanya telah rampung 100 persen.
Tak hanya bangunan, dukungan operasional juga mulai lengkap.
KDMP Kaliori telah menerima kendaraan operasional berupa truk dan mobil pick up.
Sementara satu unit kendaraan roda tiga masih dalam proses distribusi.
"Truk sudah kami terima sebelumnya, kemudian ini pick up.
Tinggal menunggu satu unit lagi, yaitu kendaraan roda tiga," katanya.
Dari sisi kesiapan usaha, KDMP Kaliori juga tidak tinggal diam.
Berbagai kebutuhan pokok masyarakat mulai dirintis untuk dijadikan unit usaha, salah satunya distribusi gas LPG ukuran kecil atau gas melon.
"Untuk usaha sudah mulai kami rintis, seperti penyediaan kebutuhan masyarakat, termasuk gas LPG.
Ke depan, kami juga berencana mengembangkan ke sektor lain, seperti pertanian," jelas Dino.
Baca juga: Siklus 200 Tahunan, Jogja Potensi Dilanda Gempa Megathrust
Potensi benturan
Di tengah optimisme tersebut, Dino tak menampik adanya potensi persoalan di lapangan, khususnya terkait persaingan dengan pedagang kecil di sekitar desa.
Salah satu yang disoroti adalah distribusi gas LPG.
Selama ini, gas LPG di tingkat pengecer dijual dengan harga yang bisa mencapai sekitar Rp20 ribu.
Sementara di KDMP, misalkan harga diperkirakan berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000.
Perbedaan harga ini dinilai berpotensi memicu ketimpangan di pasar apabila tidak diatur dengan baik.
"Kendala besar belum ada, tetapi kami sudah memikirkan potensi benturan dengan pedagang sekitar, terutama dalam hal harga yang bersaing," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, KDMP Kaliori tidak akan langsung menjual gas kepada masyarakat.
Sebaliknya, koperasi akan berperan sebagai pemasok atau agen bagi warung-warung kecil.
"Untuk gas, rencananya tidak langsung ke masyarakat, tetapi melalui warung-warung kecil sebagai pengecer.
Jadi KDMP berperan seperti agen," jelasnya.
Dengan skema tersebut, diharapkan harga di tingkat pengecer bisa lebih seragam dan tidak menimbulkan kesenjangan yang merugikan pedagang kecil.
Selain itu, KDMP Kaliori juga membuka peluang sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Produk-produk BUMDes nantinya dapat dipasarkan melalui koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
"Produk BUMDes bisa masuk ke koperasi, sekaligus untuk pemasarannya," tambah Dino.
Meski demikian, ia menegaskan pentingnya pengaturan harga yang bijak agar kehadiran KDMP tidak justru menekan pelaku usaha kecil yang sudah lebih dulu ada.
"Kalau selisih harga terlalu jauh, dikhawatirkan warung-warung kecil akan terdampak.
Ini yang perlu diatur agar tidak menimbulkan gejolak," tutupnya. (jti)
| Pengedar Obat Terlarang Ditangkap di Ajibarang Banyumas, Ribuan Butir Pil Disita |
|
|---|
| Sadewo Minta Bantuan Bedah Rumah dari Uang Zakat Ditambah, Sekalian Dikeramik |
|
|---|
| Momen Kepala BNNK Banyumas Kombes Pol Iwan Turun Langsung Edukasi Bahaya Narkoba di SDN 2 Batuanten |
|
|---|
| Alami Kondisi Darurat, Warga Kalibagor Banyumas Kini Bisa Gunakan Mobil Siaga Bantuan BKK Purwokerto |
|
|---|
| Polisi Bubarkan Aksi Balap Liar di Depan Mitra10 Purwokerto, 9 Motor Dibawa ke Mapolresta Banyumas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pick-up-kdmp-kaliori-banyumas.jpg)