Berita Banyumas
Jadi Tempat Leluhur Presiden, Banyumas Lebih Mudah Dapat Proyek Nasional
akar historis Presiden Prabowo dengan Banyumas menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki banyak daerah lain.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa kepala daerah saat ini tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dalam mencari peluang pembiayaan pembangunan.
"Pemda tidak bisa lagi hanya mengandalkan transfer dana pusat yang konstan.
Kepala daerah harus bisa memasarkan daerahnya dengan rencana pembangunan yang jelas," ujarnya.
Ia bahkan menyebut dirinya sebagai "bupati sekaligus marketing" untuk memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Salah satu langkah konkret yang tengah diusulkan Pemkab Banyumas adalah pembangunan sekolah terintegrasi di Kecamatan Banyumas.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 20 hektare untuk mendukung rencana tersebut.
"Saya sedang mengusulkan adanya sekolah terintegrasi, proyeksinya ada di Kecamatan Banyumas.
Lahannya sudah tersedia sekitar 20 hektare milik Pemda," kata Sadewo kepada Tribunbanyumas.com, Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga sempat mengunjungi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden mengaku terkesan dengan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Banyumas. Dan disela-sela kegiatan ia selalu menyempatkan berziarah ke makam kakeknya di Dawuhan.
Dengan kombinasi antara kedekatan emosional, strategi diplomasi kultural, serta kesiapan program yang selaras dengan kebijakan nasional, Banyumas dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah yang mengalami percepatan pembangunan signifikan dalam lima tahun ke depan. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/PRABOWO-BLE-BANYUMAS.jpg)