Berita Banyumas
Kerja Sama dengan PT Agrinas, Pemkab Banyumas Target Bangun Pabrik Tepung Beras
Menurut Arif, dari sisi dinas, kerja sama dengan PT Agrinas merupakan langkah yang sangat positif dengan konsep yang dinilai matang
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Indeks pertanaman padi di Banyumas tercatat sekitar 2,1 kali dalam setahun.
Artinya, rata-rata petani melakukan dua kali masa tanam, dengan tambahan kecil di sebagian lahan dari total sekitar 30 ribu hektare.
Namun demikian, produktivitas saat ini masih berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 ton per hektare.
Padahal, potensi hasil panen bisa mencapai 6,7 ton bahkan hingga 8 ton per hektare.
"Artinya masih ada ruang besar untuk kita tingkatkan," kata Arif.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kondisi tanah.
Rata-rata pH tanah di Banyumas masih di bawah 5,5, yang tergolong kurang ideal untuk pertanian.
Kondisi optimal seharusnya berada pada kisaran pH 6 hingga 7 agar tanaman dapat tumbuh maksimal.
Penurunan kualitas tanah ini terjadi akibat akumulasi penggunaan pupuk dalam jangka panjang.
Untuk mengatasinya, Pemda Banyumas telah mencanangkan Gerakan Pertanian Ramah Lingkungan (Geramling) sejak tahun 2025.
Baca juga: Tanggapan KAI Soal Penumpang Manfaatkan Stopkontak Kereta Api untuk Masak Mie Instan
Apabila kualitas tanah, benih, dan intensitas tanam dapat ditingkatkan hingga tiga kali dalam setahun, Arif meyakini surplus produksi akan meningkat signifikan.
Surplus tersebut tidak hanya bisa menopang kebutuhan nasional, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan seperti tepung beras.
"Makanya kami minta Agrinas bisa mendirikan pabrik tepung di Banyumas," tegasnya.
Ia juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama generasi muda yang mulai beralih ke produk berbasis tepung seperti roti.
Kondisi ini membuat kebutuhan tepung beras diprediksi akan meningkat di masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/drone-wong-tani.jpg)