Kebumen
Ribet Urus SKKH, Distapang Kebumen Sarankan Kurban Pakai Sapi Lokal
Distapang Kebumen imbau warga gunakan sapi kurban lokal pada Idul Adha tahun ini untuk cegah penyebaran penyakit menular, Rabu (15/4/2026).
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Distapang Kabupaten Kebumen menyarankan masyarakat membeli hewan kurban lokal untuk Idul Adha.
- Langkah ini diambil guna mengantisipasi penularan penyakit dan meminimalisir syarat rumit seperti SKKH dari luar daerah.
- Stok sapi, kambing, dan domba lokal di Kebumen dipastikan masih sangat mencukupi kebutuhan masyarakat.
- Pemerintah juga menggencarkan target 15 ribu dosis vaksinasi PMK bagi ternak sapi yang dipelihara dalam jangka lama.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen menyarankan agar warga menggunakan hewan ternak lokal untuk kebutuhan kurban pada perayaan Idul Adha mendatang.
Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Kebumen, Marti Ike Wahyu Erawati, menyampaikan bahwa petugas di lapangan telah mulai menyosialisasikan kepada masyarakat supaya memprioritaskan penggunaan ternak lokal.
Langkah preventif ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit antarhewan.
Baca juga: Penipuan Berkedok Bisnis Pemotongan Sapi, Warga Banyumas Merugi Rp600 Juta
Di samping itu, menurutnya, populasi sapi, kambing, dan domba di Kabupaten Kebumen dinilai masih cukup untuk memenuhi angka kebutuhan hewan kurban warga.
"Harapannya hewan kurban dari ternak lokal yang ada di Kebumen. Karena kalau dari luar daerah harus pakai sertifikat veternier, SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari daerah asal," katanya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Rabu (15/4/2026).
Edukasi Takmir Masjid
Selain menyosialisasikan penggunaan ternak lokal, terang Ike, pihaknya melalui petugas di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) masing-masing wilayah juga akan memberikan sosialisasi khusus kepada para takmir masjid.
Sosialisasi tersebut berkaitan dengan tata cara pemotongan dan standar pemilihan hewan kurban yang sehat dalam waktu dekat, sebagai persiapan menyambut datangnya Idul Adha.
Di sisi lain, pihak dinas juga tengah menggencarkan pemberian vaksin ke ternak sapi milik warga untuk mengantisipasi potensi ternak terpapar wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).
Dia berharap nantinya ada 15 ribu ekor hewan ternak yang sudah rampung divaksin hingga pertengahan tahun ini.
Target Vaksinasi Sapi
Oleh karena itu, pihaknya menaruh harapan besar kepada warga yang ternaknya belum mendapatkan vaksin agar dapat segera divaksin dengan cara berkoordinasi bersama petugas di masing-masing wilayah.
Ada tiga tahapan penyuntikan vaksin bagi sapi yang belum pernah menerima vaksin sama sekali, yakni vaksin pertama, kedua, dan tahap booster.
Pemberian tiga kali suntikan vaksin tersebut dilakukan terhadap hewan ternak dalam kurun waktu satu tahun.
"Kita sarankan yang divaksin ternak yang dipelihara dalam waktu lama seperti indukan serta sapi yang akan dibawa ke luar daerah bukan sapi potong untuk kurban," ungkapnya memungkasi. (Ais)
| Ditinggal ke Jakarta Sejak 2025, Rumah Warga Karangsambung Rata Tanah |
|
|---|
| Sempat Ramai Insiden Tabrakan Mobil Mainan, Alun-Alun Kebumen Kini Steril |
|
|---|
| Pemkab Kebumen Bedah 145 Kasus Anak Lewat Raperda KLA di Gedung DPRD |
|
|---|
| Bupati Lilis Beri 5 Penghargaan UPZ Pengumpul ZIS di Setda Kebumen |
|
|---|
| Penari Kebumen Pentaskan Sendratari Karangbolong di TMII Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260415-vaksinasi-sapi-kebumen.jpg)