Kamis, 11 Juni 2026

OTT KPK di Cilacap

Cek Kebenaran OTT KPK di Cilacap, Sekda Jateng Telepon Sekda Cilacap: Tidak Diangkat, Ikut Kena

Sekda Jateng Sumarno mengaku prihatin atas penangkapan bupati Cilacap dalam OTT KPK. Dia menegaskan, pemprov tak henti mengingatkan kepala daerah.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/iwan Arifianto
OTT CILACAP - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno memberi keterangan kepada wartawan soal OTT KPK terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, di depan ruang kerjanya, Jumat (13/3/2026) petang. Sumarno mengaku prihatin atas kejadian tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Sekda Jateng Sumarno mengaku prihatin setelah mendapat kabar Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK dalam OTT.
  • Sumarno sempat menghubungi sekda Cilacap namun teleponnya tidak diangkat.
  • Dia pun menegaskan, Pemprov Jateng tak henti-hentinya mengingatkan kepala daerah untuk menjaga integritas.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno mengaku prihatin atas penangkapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Jumat (13/3/2026).

Pihaknya masih terus memantau perkembangan atas peristiwa tersebut.

"Kami memperoleh informasi kalau ada penangkapan (Bupati Cilacap) lalu dibawa ke Jakarta."

"Kami tadinya enggak tahu kalau Pak Sekdanya juga kena."

"Saya tadi sudah sempat kontak nomor beliau (Sekda Cilacap) tapi enggak diangkat."

"Jadi, saya belum tahu situasinya sampai saat ini," kata Sekda Jateng Sumarno saat ditemui di depan ruang kerjanya, Jumat petang.

Baca juga: Sejumlah Pejabat Diamankan KPK Bersama Bupati Cilacap dalam OTT: Ada Kepala DPKUKM Hingga Sekda

Asistensi ke Cilacap

Atas penangkapan ini, Sumarno memastikan pelayanan kepada masyarakat Cilacap, terutama menjelang mudik Lebaran, akan tetap berjalan.

"Kami nanti akan ke Cilacap untuk asistensi ke wilayah tersebut."

"Kami berharap, teman-teman di Cilacap, aktivitas untuk pelayanan masyarakat yang penting tetap berjalan baik," terangnya.

Sumarno belum mengetahu pasti obyek hukum yang menjerat Bupati Cilacap.

Kendati demikian, ia mengakui, ada beberapa proyek yang rawan dilanggar para bupati dan wali kota, seperti masalah jual-beli jabatan dan uang fee atau cashback proyek.

"Kami selalu ingatkan kepada teman-teman di daerah agar menjaga integritas," paparnya.

Baca juga: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Masih Diperiksa, Penjagaan di Polresta Banyumas Lebih Ketat

Ia mengeklaim, Pemprov Jateng sudah membangun sistem untuk menekankan integritas ini.

Namun, hal tersebut kembali tergantung ke masing-masing mentalitas kepala daerah.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved