Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Pemkab Cilacap Siapkan 18 Bus Mudik Gratis, Layani dari Jakarta dan Bandung

Sebanyak 18 armada bus disediakan untuk melayani perjalanan mudik sekaligus arus balik

Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Mudik Gratis - Bus antarkota terparkir di area Terminal Tipe A Cilacap, menjelang pelaksanaan program mudik gratis Lebaran 2026, Selasa (24/2/2026). Pemerintah Kabupaten Cilacap menyiapkan 18 unit bus untuk melayani arus mudik dari Jakarta dan Bandung. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kabar gembira bagi warga perantau asal Cilacap di Jakarta dan Bandung, Pemerintah Kabupaten Cilacap kembali membuka program mudik gratis untuk menyambut Lebaran 2026.


Sebanyak 18 armada bus disediakan untuk melayani perjalanan mudik sekaligus arus balik, sebagai bentuk fasilitasi bagi warga yang ingin pulang kampung tanpa terbebani ongkos transportasi.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Sukaryanto, menjelaskan dari total armada tersebut, 13 unit dikhususkan untuk keberangkatan mudik menuju Cilacap.


“Enam bus diberangkatkan dari Jakarta dengan titik kumpul di Museum Purna Bhakti TMII, sedangkan tujuh bus lainnya dari Bandung dengan lokasi keberangkatan di PT Dirgantara Indonesia,” ujar Sukaryanto, Selasa (24/2/2026).


Ia menyebut, seluruh peserta mudik dari Jakarta dijadwalkan berangkat pada 16 Maret 2026 pukul 09.00 WIB dan diminta datang lebih awal guna proses registrasi serta verifikasi data.


“Untuk tanggal sama, 16 Maret, hanya saja keberangkatan dari Bandung direncanakan sore hari sekitar pukul 16.00 WIB,” jelasnya.


Tak hanya memfasilitasi arus mudik, Pemkab Cilacap juga menyiapkan lima unit bus untuk arus balik, dengan rincian tiga unit tujuan Jakarta dan dua unit menuju Bandung.


“Arus balik direncanakan pada 28 Maret 2026 dengan titik keberangkatan terpusat di Terminal Bulupitu Purwokerto,” tambahnya.


Berdasarkan kapasitas kursi seluruh armada, program ini diperkirakan dapat mengangkut lebih dari 800 penumpang selama periode mudik dan balik Lebaran.


Sukaryanto menilai jumlah tersebut cukup membantu masyarakat, terutama di tengah kenaikan tarif transportasi yang kerap terjadi menjelang hari raya.


“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warga perantau, agar perjalanan mereka lebih aman, nyaman, dan terorganisir,” ungkapnya.


Dishub Cilacap juga memastikan seluruh kendaraan yang digunakan dalam kondisi prima dan laik jalan sebelum diberangkatkan.


“Kami membatasi usia kendaraan maksimal lima tahun, melakukan pengecekan teknis, serta tes urine bagi pengemudi dan kru untuk memastikan keselamatan dan mencegah penyalahgunaan narkotika,” tegas Sukaryanto.


Pemkab berharap program ini dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus membantu mengurangi lonjakan kendaraan pribadi selama musim mudik.

Baca juga: Tak Ada Pengurangan dari Pertamina, Warga Blora Bingung Mengapa LPG Langka


Prioritaskan Warga Asli Cilacap

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved