Berita Banyumas
BREAKING NEWS - Mesin Pengering Ompreng SPPG Krajan Banyumas Meledak, 22 Orang Terluka
Beberapa lembar atap seng beterbangan, sementara para pekerja berhamburan keluar dapur dalam kondisi sempoyongan
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Sementara itu, Kepala SPPG, Elvin Subekti, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat tim sedang melakukan pengeringan ompreng menggunakan oven.
"Alat mulai dipakai sejak pukul 09.30 WIB. Ini masih tahap uji coba," katanya.
Tiba-tiba oven meledak, serpihannya mengenai atap seng sampai terlontar.
Ia mengatakan hari itu merupakan uji coba ketiga.
Sebelumnya, dua kali pengoperasian alat berjalan normal dan sudah mengikuti SOP.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan masih sebatas persiapan dapur, belum melayani distribusi makanan.
Pekerja datang untuk bersih-bersih, melepas plastik ompreng baru, sekaligus mencuci peralatan.
"Dapur Krajan ini belum operasional. Rencananya baru mulai 9 Februari," katanya.
Pihaknya mengatakan pekerja di dalam dapur saat kejadian mencapai 26 orang.
10 orang pencuci, 8 pemorsian, dan 8 pemasak.
Dari jumlah tersebut 10 orang dibawa ke puskesmas.
Dari 10 orang itu 8 luka ringan dan 2 dirujuk ke rumah sakit.
Sebagian mengalami lecet akibat serpihan kaca dan tertimpa ternit.
Pekerja lain yang berada dekat lokasi juga dianjurkan memeriksa pendengaran karena suara ledakan sangat keras.
Kepala Desa Krajan, Muflichudin, menyebut dentuman terdengar keras hingga membuat warga panik.
"Suaranya seperti karbit meledak. Keras sekali.
Awalnya kami kira trafo listrik," katanya.
Ia menambahkan, mayoritas pekerja adalah warga Krajan dan Kranggan.
Saat keluar gedung, beberapa tampak sempoyongan sehingga membuat warga sekitar cemas. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/oven-mbg-pekuncen-banyumas-meledak.jpg)