Berita Cilacap
Gelombang Tinggi Memaksa Nelayan Cilacap Libur, Ini yang Mereka Lakukan di Masa Paceklik
Gelombang tinggi dan angin kencang di perairan selatan Jawa membuat nelayan Cilacap libur. Mereka memilih memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Nelayan Cilacap terpaksa libur melaut akibat gelombang tinggi dan angin di perairan selatan Pulau Jawa.
- Selain membahayakan nelayan, kondisi seperti ini juga membuat hasil tangkapan tak maksimal lantaran ikan di permukaan lebih sedikit.
- Masa-masa peceklik seperti sekarang mereka manfaatkan untuk memperbaiki kapal dan jaring.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Gelombang tinggi dan hembusan angin kencang di perairan laut selatan Jawa membuat nelayan Cilacap terpaksa libur.
Masa-masa paceklik seperti sekarang dimanfaatkan nelayan Cilacap memperbaiki peralatan mencari ikan, semisal kapal dan jaring.
"Sekarang ini, istilahnya memang masa paceklik, jadi banyak nelayan Cilacap yang tidak melaut karena kalau pun berangkat, risikonya besar dan hasilnya juga sulit," kata Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Parjo Hadi Pranoto, Kamis (5/2/2026).
Menurut Parjo, gelombang tinggi seperti saat ini tak hanya membahayakan nelayan.
Kalaupun mereka melaut, hasil tangkapan belum tentu maksimal.
Baca juga: Waspada! Cuaca Ekstrem Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Cilacap Hingga Awal Maret
Dia menjelaskan, pola gelombang dan angin yang cenderung tinggi membuat ikan lebih banyak bertahan di lapisan bawah laut dan enggan naik ke permukaan.
Sementara itu, panjang jaring yang dimiliki nelayan terbatas, tak sampai menjangkau lebih dalam.
Hal ini juga dialami beberapa kapal berukuran besar yang saat ini masih terlihat melaut.
"Kalau kapal besar masih ada yang berangkat tapi hasilnya juga tidak seberapa," ujarnya.
Benahi Kapal dan Jaring
Di tengah kondisi tersebut, banyak nelayan memilih memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring, mesin perahu, hingga bagian kapal yang perlu dibenahi.
Secara tidak langsung, masa tidak melaut ini menjadi waktu istirahat bagi nelayan sambil menunggu cuaca kembali bersahabat.
Parjo berharap, kondisi laut selatan segera membaik agar nelayan bisa kembali melaut dan memperoleh hasil tangkapan yang optimal.
"Mudah-mudahan, cuacanya segera membaik supaya nelayan bisa kembali melaut dan hasilnya juga melimpah," harapnya.
Baca juga: Kebakaran Rita Pasaraya Cilacap Bukan yang Pertama, Tenant Penyewa Tunggu Kejelasan dari Manajemen
Hal senada diungkapkan Said, salah satu nelayan asal Cilacap, yang mengaku memilih tidak melaut karena cuaca yang kurang mendukung.
| Dilarikan ke RS, Ratusan Santri Cilacap Diduga Keracunan Makanan. Dinkes Tunggu Hasil Uji Lab Sampel |
|
|---|
| Demo Buruh Cilacap: Ratusan Orang Desak Pemerintah Prioritaskan Kontraktor Lokal Kerjakan Proyek |
|
|---|
| Kronologi Kebakaran Pabrik Pengolahan Kopra di Nusawungu Cilacap |
|
|---|
| Kebakaran Tempat Pengolahan Kopra di Nusawungu Cilacap, Kerugian Capai Rp100 Juta |
|
|---|
| Siapa Kiai Salim Cilacap, Pemilik Ratusan Manuskrip Kuno Diduga Peninggalan Wali Songo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/05022026-tpi-cilacap-sepi-akibat-hasil-tangkapan-ikan-nelayan-berkurang-imbas-cuaca-ekstrem.jpg)