Berita Cilacap
Waspada! Cuaca Ekstrem Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Cilacap Hingga Awal Maret
Masyarakat Cilacap diminta mewaspadai cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang berpotensi terjadi hingga awal Maret 2026.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Masyarakat Cilacap diminta mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga awal Maret 2026.
- Informasi dari BMKG, Cilacap berpotensi mengalami hujan lebat hingga beberapa pekan ke depan.
- Selain hujan lebat, angin kencang yang memicu pohon tumbang juga patut diwaspadai.
TRIBUBANYUMAS.COM, CILACAP - Masyarakat Cilacap, Jawa Tengah, diminta mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga awal Maret 2026.
Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai angin kencang yang bisa memicu pohon tumbang merusak bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, curah hujan di wilayah Cilacap masih cukup tinggi dan berpotensi terjadi hingga beberapa pekan mendatang.
"Yang jelas, masyarakat harus tetap waspada karena berdasarkan info dari BMKG, curah hujan di Kabupaten Cilacap masih cukup tinggi sampai akhir Februari atau awal Maret 2026," ujar Taryo, Selasa (13/1/2026).
Baca juga: Aksi Pak RT Parjiyanto Selamatkan Lansia dari Kebakaran Rumah di Cilacap
Pohon Tumbang Hingga Atap Terbang
Fenomena cuaca ekstrem tersebut terbukti memicu sejumlah kejadian bencana di Cilacap pada Senin (12/1/2026) siang.
Tiupan angin kencang selama sekitar satu jam membuat pohon mahoni berdiameter 80 sentimeter di tepi Jalan Kolonel Sugiono tumbang.
Batang pohon sempat menutup bahu jalan hingga membuat arus lalu lintas tersendat.
Di lokasi lain, angin kencang juga menyebabkan pohon sukun di tepi Jalan Gatot Subroto masuk Kelurahan Sidanegara, tumbang dan menimpa rumah milik Jhoni Eko Budianto.
Akibatnya, bagian tengah dan belakang rumah mengalami kerusakan sedang meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, angin kencang juga menyapu atap rumah makan Ayam Bakar Babeh di Jalan Rinjani, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah.
Atap yang terbuat dari galvalum itu pun terbang tersapu hingga terlempar ke bagian depan bangunan.
Baca juga: Lewat Seleksi Ketat, 19 Desa Wisata Cilacap Akhirnya Naik Kelas
Taryo menegaskan bahwa rangkaian kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi angin kencang, pohon tumbang, serta kerusakan bangunan selama musim hujan masih berlangsung.
"Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati, memangkas pohon yang rawan tumbang, mengamankan atap rumah, dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat agar dapat ditangani secepatnya," kata Taryo.
BPBD Cilacap juga mengingatkan masyarakat agar menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang, serta membatasi aktivitas luar ruang apabila cuaca memburuk.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan risiko kerugian dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem di Cilacap dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali stabil. (*)
| Jemput Bola, Pemkab Cilacap Bantu UMKM di CFD Dapat Sertifikasi Halal Gratis |
|
|---|
| Ada Konflik Internal, Relawan Segel Dapur MBG di Cilacap |
|
|---|
| Pegawai Kecamatan Adipala Cilacap Diduga Cabul ke Warga Berstatus PPPK, Kini Jalani Pemeriksaan |
|
|---|
| Perlintasan Liar di Jeruklegi Cilacap Resmi Ditutup, Banyaknya Korban Kecelakaan Jadi Alasan |
|
|---|
| Viral, ASN Kecamatan Adipala Cilacap Dilaporkan Cabul ke Warga saat Urus KTP. Camat Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/13012026-atap-rumah-makan-terbang-disapu-angin-kencang-di-cilacap.jpg)