Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banyumas

Bulog Banyumas Gandeng TNI untuk Maksimalkan Serapan Gabah Petani

Menjelang puncak musim panen Februari - Maret, Perum Bulog Banyumas mempercepat penyerapan gabah petani.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Banyumas
PENYERAPAN GABAH - Kegiatan penyerapan gabah padi oleh Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas menggandeng Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 838/Purwa Wijaya di Desa Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (27/1/2026). Kolaborasi itu dalam upaya memperkuat penyerapan gabah petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional 2026. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Menjelang puncak musim panen Februari - Maret, Perum Bulog Banyumas mempercepat penyerapan gabah petani.

Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas juga menggandeng Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 838/Purwa Wijaya. 

Kolaborasi itu dalam upaya memperkuat penyerapan gabah petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional 2026.

Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi memperluas serapan gabah dan beras di wilayah Banyumas Raya yang mulai memasuki musim panen.

"Pada 2026 kami mendapat target penyerapan sebesar 78.000 ton setara beras.

Saat ini wilayah Banyumas Raya mulai memasuki awal musim panen, sehingga serapan diperkirakan terus meningkat," ujar Prawoko, saat melakukan kegiatan
penyerapan gabah padi di Desa Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (27/1/2026).

Menurut Prawoko, hingga saat ini Bulog Banyumas telah menyerap sekitar 24 ton gabah kering panen (GKP) dan 122 ton beras dari wilayah Banyumas Raya.

Baca juga: Kejayaan Meredup, Sepinya Pusat Perbelanjaan Terbesar Plaza Simpang Lima Semarang

Puncak panen diprediksi terjadi pada pertengahan Februari hingga Maret 2026, yang diyakini akan mendorong lonjakan volume serapan.

"Bulog optimistis target penyerapan dapat tercapai seiring masuknya masa panen raya," imbuhnya sebagaimana dalam rilis kepada Tribunbanyumas.com. 

Kolaborasi dengan Yonif TP 838/PW diwujudkan melalui program pembelian GKP langsung dari petani binaan satuan tersebut.

Hingga saat ini, sekitar 3,4 ton GKP telah berhasil diserap, dan proses pengadaan masih terus berlangsung.

Gabah yang diserap berasal dari lahan pertanian seluas sekitar 1,2 hektare yang dikelola Yonif TP 838/PW bersama delapan petani binaan.

Proses panen dilakukan menggunakan combine harvester menjaga efisiensi serta kualitas hasil panen sebelum masuk ke rantai distribusi pangan.

Komandan Yonif TP 838/PW, Letkol Inf Swary Atmanda Bachtiar, menegaskan keterlibatan Yonif TP merupakan bagian dari peran TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional.

"Kami mendukung penuh upaya pemerintah agar hasil panen petani dapat terserap optimal dan memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan petani," katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved