Jumat, 10 April 2026

Cilacap

Jejak Eropa di Cilacap: Dari Hotel Bellevue hingga Kantor Pos

Kota Lama Cilacap simpan sejarah pemukiman Eropa, dari kantor Asisten Residen hingga Hotel Bellevue. Komunitas sejarah minta Pemkab lebih peduli.

Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Wisata Malam: Suasana malam akhir pekan di kawasan Titik Nol Kilometer Cilacap yang dipadati pengunjung, belum lama ini. Selain menjadi ruang publik baru, kawasan ini menyimpan sejarah jejak permukiman bangsa Eropa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Wajah baru kawasan Heritage atau Kota Lama Cilacap tak hanya memanjakan mata, tetapi juga mulai menghidupkan denyut nadi ekonomi masyarakat.

​Ketua Komunitas Tjilatjap History, Riyadh Ginanjar Widodo menyebut, penataan kawasan ini membawa efek domino positif.

​Area yang dulunya sepi kini berubah ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Baca juga: Jangan Cuma Dimsum, Titik Nol Cilacap Diminta Jual Mundul

​"Kalau kawasan heritage diperluas, dampaknya ekonomi warga sekitar ikut meningkat," ujar Riyadh, Senin (26/1/2026).

​Jejak Permukiman Eropa

​Lebih dari sekadar tempat nongkrong, Riyadh mengingatkan bahwa kawasan ini memiliki nilai historis yang mahal.

​Kota Lama Cilacap dulunya adalah kompleks permukiman bangsa Eropa pada masa kolonial Hindia Belanda.

​Salah satu saksi bisu yang masih berdiri adalah bangunan bekas kantor Asisten Residen yang kini sebagian difungsikan sebagai gedung pemerintahan.

​"Gedung Asisten Residen itu masih ada di sisi kanan dan kiri, meski yang tengah sudah hilang, dan itu termasuk bangunan cagar budaya," jelasnya.

​Tak hanya itu, kawasan ini juga menjadi lokasi Hotel Bellevue, yang dikenal sebagai hotel tertua dan terpopuler di Cilacap pada zamannya.

​"Hotel Bellevue dulu jadi hotel favorit orang Eropa dari berbagai negara yang datang ke Cilacap," ungkap Riyadh.

​Pusat Pendidikan Kolonial

​Jejak sejarah juga terpatri pada bangunan pendidikan. Sebut saja SMP Negeri 1 Cilacap dan sekolah bekas Holland Chinese School (sekolah untuk warga Tionghoa) yang kini dikenal sebagai sekolah Pius.

​Ada pula bangunan ikonik lain seperti Kantor Pos, Gedung Telekomunikasi, hingga kantor BRI yang arsitekturnya masih terjaga.

​Riyadh menilai, kekayaan sejarah ini harus dikenalkan secara masif kepada generasi muda, salah satunya melalui metode jelajah sejarah yang rutin digelar komunitasnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved