Jumat, 1 Mei 2026

Berita Banyumas

Tantangan Besar Dunia Pendidikan, 13.426 Anak di Banyumas Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono mengatakan berdasarkan data jumlah anak tidak sekolah saat ini mencapai 13.426 anak

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
ANAK TIDAK SEKOLAH - Dokumentasi Satria Ihwan Puji Saputra saat berada di kasur kamar asrama miliknya di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas yang berada di Baturraden, Senin (14/7/2025). Ia mengungkapkan kesenangannya dapat bersekolah di Sekolah Rakyat setelah sebelumnya hampir putus sekolah karena faktor ekonomi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kabupaten Banyumas masih menghadapi persoalan serius terkait anak tidak sekolah (ATS). 


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono mengatakan berdasarkan data jumlah anak tidak sekolah saat ini mencapai 13.426 anak.


Ia menjelaskan angka tersebut berasal dari data Dapodik yang terintegrasi dengan data kependudukan nasional.


Namun, data tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.  


Karena anak tidak sekolah tersebar dalam berbagai kategori, termasuk anak yang berada di pondok pesantren yang hanya mengikuti pendidikan agama tanpa pendidikan formal, serta anak yang tidak tercatat dalam sistem Dapodik.


"Dapodik itu sistem data yang dibuat oleh Kemendikbud, sekarang Kemendikdasmen, dan sudah terintegrasi dengan kependudukan. 


Sumber data itu bisa dari anak-anak di pondok pesantren yang hanya belajar agama, tapi tidak ada pendidikannya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (23/1/2026). 


Maka munculan program SIPATAS (Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah) dirancang memastikan anak - anak yang tidak sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.

Baca juga: Pemkab Data Ulang 56 Usaha di Telaga Menjer Wonosobo, 13 Usaha Tak Sesuai Tata Ruang


Program ini tidak hanya mengandalkan jalur pendidikan formal, tetapi juga jalur pendidikan nonformal.


Pendidikan formal mencakup TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. 


Sementara jalur nonformal meliputi pendidikan kesetaraan dan kursus keterampilan.


"Untuk nonformal ada pendidikan kesetaraan, yaitu Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. 


Selain itu ada kursus keterampilan," jelasnya. 


Di Banyumas terdapat sekitar 70 lembaga kursus, dengan sekitar 60 lembaga yang aktif, mulai dari kursus menjahit, tata boga, komputer, mengemudi, hingga kursus bahasa asing yang kini tren untuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti Jepang, Korea, China, dan Timur Tengah.


Adapun data anak tidak sekolah yang rinci hanya bisa diakses melalui kerja sama resmi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved