Berita Banyumas
Tantangan Besar Dunia Pendidikan, 13.426 Anak di Banyumas Tidak Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono mengatakan berdasarkan data jumlah anak tidak sekolah saat ini mencapai 13.426 anak
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kabupaten Banyumas masih menghadapi persoalan serius terkait anak tidak sekolah (ATS).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono mengatakan berdasarkan data jumlah anak tidak sekolah saat ini mencapai 13.426 anak.
Ia menjelaskan angka tersebut berasal dari data Dapodik yang terintegrasi dengan data kependudukan nasional.
Namun, data tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Karena anak tidak sekolah tersebar dalam berbagai kategori, termasuk anak yang berada di pondok pesantren yang hanya mengikuti pendidikan agama tanpa pendidikan formal, serta anak yang tidak tercatat dalam sistem Dapodik.
"Dapodik itu sistem data yang dibuat oleh Kemendikbud, sekarang Kemendikdasmen, dan sudah terintegrasi dengan kependudukan.
Sumber data itu bisa dari anak-anak di pondok pesantren yang hanya belajar agama, tapi tidak ada pendidikannya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (23/1/2026).
Maka munculan program SIPATAS (Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah) dirancang memastikan anak - anak yang tidak sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.
Baca juga: Pemkab Data Ulang 56 Usaha di Telaga Menjer Wonosobo, 13 Usaha Tak Sesuai Tata Ruang
Program ini tidak hanya mengandalkan jalur pendidikan formal, tetapi juga jalur pendidikan nonformal.
Pendidikan formal mencakup TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Sementara jalur nonformal meliputi pendidikan kesetaraan dan kursus keterampilan.
"Untuk nonformal ada pendidikan kesetaraan, yaitu Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
Selain itu ada kursus keterampilan," jelasnya.
Di Banyumas terdapat sekitar 70 lembaga kursus, dengan sekitar 60 lembaga yang aktif, mulai dari kursus menjahit, tata boga, komputer, mengemudi, hingga kursus bahasa asing yang kini tren untuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti Jepang, Korea, China, dan Timur Tengah.
Adapun data anak tidak sekolah yang rinci hanya bisa diakses melalui kerja sama resmi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Asrama-sekolah-rakyat-banyumas.jpg)