Cilacap
3 Fakta Nasib Flyover Kroya Cilacap yang Batal Dibangun 2026
Rencana pembangunan Flyover Kroya kembali tertunda akibat kendala anggaran. Prioritas pemerintah justru beralih ke proyek Randegan tahun 2028.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Kemacetan di perempatan Kroya kian parah, terutama saat kereta melintas, membuat antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 30 menit.
- Dinas Perhubungan Cilacap memastikan Flyover Kroya belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.
- Prioritas pembangunan flyover dialihkan ke wilayah Randegan, Sampang, yang dijadwalkan mulai digarap tahun 2028 dengan skema KPBU.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Harapan masyarakat untuk melihat pengurai kemacetan di wilayah Kroya tampaknya harus ditunda kembali.
Rencana pembangunan Flyover di Kecamatan Kroya, Cilacap, dipastikan mundur dan belum dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Padahal, kemacetan di perempatan Kroya kian menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di jalur selatan Jawa Tengah.
Baca juga: Bukan Flyover Kroya, Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Flyover Randegan Cilacap. Dimulai 2028
Titik simpul pertemuan arus dari Banyumas, Yogyakarta, hingga pusat Kota Cilacap ini hampir setiap hari mengalami kepadatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Berikut 3 Fakta Flyover Kroya Cilacap yang batal dibangun pada tahun 2026:
Macet Kian Parah
Kondisi lalu lintas semakin semrawut ketika kereta api melintas.
Durasi penutupan palang pintu yang cukup lama menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang di jalur nasional tersebut.
Waktu tempuh warga pun bertambah drastis, berdampak langsung pada aktivitas kerja, sekolah, hingga distribusi logistik.
Seorang warga Kroya, Rudi, mengaku persoalan ini sudah menahun tanpa solusi.
“Setiap pagi dan sore pasti macet, apalagi kalau kereta lewat, bisa lebih dari 30 menit kendaraan tidak bergerak,” ujar Rudi.
Ia berharap pemerintah tetap menghadirkan solusi jangka pendek, seperti penambahan petugas dan rekayasa arus, sembari menunggu realisasi fisik pembangunan.
Terkendala Masalah Anggaran
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Djasun, menjelaskan duduk perkaranya.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan flyover di Kroya belum bisa direalisasikan karena kendala biaya.
“Waktu itu Pak Kepala Dinas sudah berhubungan dengan kementerian bersama kami, tetapi karena ada keterbatasan anggaran, untuk wilayah Kroya belum bisa dilaksanakan tahun ini,” kata Djasun.
Kondisi perekonomian nasional yang sedang tidak menentu menjadi salah satu alasan penundaan proyek infrastruktur besar tersebut.
Prioritas Flyover Randegan
| Tiket Mudik dan Sembako Mahal, Inflasi Cilacap Naik Tembus 3,51 Persen |
|
|---|
| Harta Ludes Terbakar, Korban Rita Pasaraya Cilacap Siap Gugat Hukum |
|
|---|
| Lindungi Warga dari Krisis Air, Cilacap Bersiap Hadapi Kemarau |
|
|---|
| Murid SD Menangis Diberi Suntikan Imunisasi Tetanus Toksoid |
|
|---|
| BMKG Cilacap Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260111-Perempatan-Kroya.jpg)