Kebumen
Datang Lapar Pulang Kenyang, Begini Serunya Tahun Baruan di Alun-alun Kebumen
Tanpa kembang api, ribuan warga Kebumen tetap pesta pora. 20 ribu porsi makanan gratis ludes dalam sekejap di Alun-alun Pancasila.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Siapa bilang malam tahun baru harus selalu identik dengan ledakan kembang api di langit? Warga Kabupaten Kebumen membuktikan bahwa pesta pora perut ternyata jauh lebih menggoda daripada sekadar percikan api di udara.
Rabu (31/12/2025) malam, kawasan Alun-alun Pancasila berubah menjadi lautan manusia.
Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memutuskan meniadakan pesta kembang api demi empati bencana, semangat warga justru membara di pusat kuliner "Kapal Mendoan".
Baca juga: Warga Antusias, 20 Ribu Porsi Makan Gratis di Alun-alun Kebumen Ludes dalam Hitungan Menit
Lantai 1 dan 2 gedung ikonik berbentuk kapal tersebut sesak oleh ribuan pengunjung yang sudah bersiap dengan "senjata" antrean mereka. Targetnya satu: 20 ribu porsi makanan gratis yang disiapkan pemerintah bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Menu yang tersaji pun bukan kaleng-kaleng. Mulai dari bakso, mie ayam, nasi bakar, soto makassar, nasi goreng, hingga sate ayam siap memanjakan lidah warga secara cuma-cuma.
Ludes Hitungan Menit
Begitu jarum jam menunjukkan pukul 18.30 WIB dan tanda pembagian dimulai, suasana langsung pecah. Tak butuh waktu lama, puluhan ribu porsi makanan itu lenyap diserbu pengunjung layaknya kilat.
Adi, salah satu pedagang yang lapaknya ikut diserbu, mengaku takjub dengan kecepatan warga menghabiskan dagangannya. Ia menyediakan 100 porsi snack berisi sosis, kentang, dan nugget, yang biasanya butuh waktu lama untuk habis terjual.
"Nggak sampek 5 menit, paling 3 menit sudah habis," tuturnya dengan wajah sumringah namun masih tak percaya.
Bagi Adi, acara seperti ini adalah berkah nomplok. Dagangan laris, warga senang, dan omzet pun aman. "Harapannya bisa begini lagi, bagus," tambahnya.
Rela Antre Sore
Antusiasme warga memang tak terbendung. Desy (51), misalnya, sudah 'ngetem' di depan kios mie ayam dan es campur sejak pukul 17.00 WIB, jauh sebelum acara dimulai. Baginya, ketiadaan kembang api bukanlah masalah besar selama perut kenyang dan hati senang.
"Yang penting ada makan gratisnya, jos," katanya kepada Tribunbanyumas.com di sela-sela antrean yang mengular.
Senada dengan Desy, Lukman, pengunjung asal Gombong, juga tampak asyik menikmati mie ayam dan segelas es teh manis hasil perjuangan antrenya. Ia mengetahui info pesta kuliner ini dari media sosial dan sengaja datang jauh-jauh untuk merayakan momen pergantian tahun.
"Tahu adanya makan gratis dari media sosial," terangnya singkat sambil menyantap hidangan.
Ganti Kembang Api
Pesta kuliner ini memang menjadi strategi jitu Pemkab Kebumen untuk tetap menghadirkan kemeriahan tanpa mengurangi rasa empati terhadap bencana yang melanda saudara di daerah lain. Selain makan gratis, warga juga tetap dihibur dengan pertunjukan musik dan sendratari kolosal "The Tales of Karangbolong".
Malam itu, Alun-alun Pancasila menjadi saksi bahwa kebahagiaan sederhana lewat sepiring mie ayam gratis bisa menyatukan ribuan warga dalam tawa dan kebersamaan menyambut tahun 2026.
| Targetkan Lima Kursi DPRD, PSI Kebumen Kebut Bentuk Ranting di 460 Desa |
|
|---|
| Basarnas Cari Markas, Pemkab Kebumen Tawarkan Lahan di Prembun |
|
|---|
| Harga Cuma Rp1.700 per Biji, Pengusaha Sokka Pejagoan Siap Pasok Program Gentengisasi |
|
|---|
| Jembatan Karanganyar Dibuka, Tukang Becak Motor Tak Lagi Sepi Penumpang |
|
|---|
| Ditinggal Kenduren, Warung di Kebumen Kebobolan Maling untuk Ketiga Kalinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251231-PESTA-KULINER-KEBUMEN.jpg)